Trump Minta Pasukan Negara Arab Berperang di Suriah Gantikan Amerika Serikat

Donald Trump sepertinya sudah lelah dengan keadaan Suriah. Serangan bom kemarin adalah puncak dari rasa Frustasi Amerika Serikat (AS) pada situasi Suriah yang semakin susah ditaklukan.

Kali ini The Wall Street Journal melaporkan, bahwa Trump telah meminta negara-negara Arab yang pro Arab Saudi untuk mengambil alih kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Suriah.

Selama ini AS menikmati kontribusi miliaran dolar dari negara Arab untuk membantu menggulingkan Bashar Assad dan mengamankan wilayah tersebut dari ISIS>

Penasihat keamanan nasional John Bolton juga dilaporkan telah menghubungi pejabat Mesir tentang inisiatif tersebut seperti dikutip dari The Hill, Rabu (18/4/2018).

Para pejabat militer mengatakan kepada WSJ bahwa akan sulit untuk meyakinkan negara-negara Arab untuk mengirim pasukan jika AS menarik pasukannya sepenuhnya.

Upaya yang dilaporkan itu dilakukan beberapa hari setelah Presiden Trump mengesahkan sasaran serangan rudal di Suriah sebagai tanggapan terhadap serangan senjata kimia terhadap warga sipil di kota Douma.

Namun, Trump dalam beberapa minggu terakhir menciptakan ketidakpastian atas masa depan peran AS di Suriah.


Yang menjadi musuh AS pun sekarang terasa ambigu, AS masih menyebut dirinya belum mengalahkan ISIS padahal di lapangan ISIS sudah punah.

Trump sendiri telah menunjukkan pada beberapa kesempatan bahwa dia ingin membawa pulang pasukan Amerika dari Suriah segera.

“Amerika tidak mencari kehadiran yang tidak terbatas di Suriah,” katanya dalam pidato saat mengumumkan serangan rudal.

Baca Juga:  Presiden Suriah Kecam Agresi Militer Turki di Wilayahnya

“Ini adalah tempat yang bermasalah. Kami akan berusaha membuatnya lebih baik. Tetapi itu adalah tempat yang bermasalah,” tukasnya.

Selama konferensi pers dengan para pemimpin Baltik, Trump menyatakan AS dapat memperpanjang kehadiran militernya di Suriah jika negara-negara Arab lainnya, seperti Arab Saudi, membayarnya.

Beberapa penasihat militer dan anggota parlemen telah mendorong Trump meralat ucapannya. Mereka memperingatkan bahwa menarik pasukan dari Suriah akan menjadi kesalahan yang dapat mengganggu kestabilan kawasan.

Awal bulan ini, Trump menegaskan kembali keinginannya untuk mengakhiri keterlibatan AS di Suriah dengan cepat.

“Saya ingin (tentara AS) keluar (Suriah). Saya ingin membawa pasukan kami kembali ke rumah,” tegas Trump.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan