Tukar Tahanan Dengan Amerika, Iran Minta Syarat Ini

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengecam upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan pembebasan warganya yang ditahan di Teheran. Zarif mengatakan tuntutan AS menghambat dialog.

“Amerika Serikat perlu mendekati ini dari posisi berurusan dengan pemerintah berdaulat lain,” kata Zarif.

“Dan jika pendekatan itu menyebabkan perubahan, maka Amerika Serikat akan melihat perbedaan,” imbuhnya dalam acara Face The Nation seperti dikutip dari CBS News, Minggu (22/4/2018).

Lima orang Amerika diketahui telah ditahan oleh otoritas Iran, termasuk penangkapan kontroversial dari sarjana Princeton Baquer Namazi yang diduga mengalami masalah kesehatan. Beberapa pihak berpendapat penahanan rezim Teheran atas warga Amerika-Iran adalah upaya oleh kelompok garis keras untuk menciptakan pengaruh.

Ditanya tentang kondisi warga AS yang dipenjara, Zarif bersikeras bahwa kondisi kesehatan mereka sedang “diurus.”


“Kehakiman kami adalah organ independen,” kata Zarif.
“Hanya apa yang Anda katakan tentang pengadilan Anda, dan kami tidak bisa berdampak pada keputusan peradilan kami. Tapi kami telah mencoba menggunakan pengaruh kami dari perspektif kemanusiaan. Pertama-tama, untuk memastikan kondis kesehatan mereka diperhatikan dan untuk melihat apakah kesepakatan kemanusiaan dapat dicapai,” tuturnya.

Beberapa anggota keluarga yang ditahan telah memohon pemerintah Trump untuk melibatkan pemerintah Iran secara langsung dalam mengamankan pembebasan mereka. Pada 2016, Iran membebaskan empat warga Amerika dalam pertukaran tahanan dengan tujuh orang Iran yang ditahan di AS. Pada saat itu, banyak anggota Partai Republik mengutuk pertukaran yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama.

Baca Juga:  F-16 AU Belanda Gunakan BBM Biofuel Bekas Minyak Goreng, Indonesia Siap Menyusul?

Setelah pidato yang berapi-api oleh Presiden Trump di PBB, di mana ia mengutuk Iran sebagai “rezim pembunuh” yang harus membebaskan warga Amerika yang ditahan secara tidak adil, Iran dilaporkan menolak pembicaraan yang ditawarkan antara presiden AS dan Presiden Iran Hassan Rouhani.


“Anda tidak bisa terlibat dalam negosiasi dengan melakukan penghinaan terhadap suatu negara, rakyatnya, pemerintahnya, dengan secara terbuka membuat klaim termasuk ilusi tentang perubahan rezim. Maka Anda tidak meninggalkan banyak ruang untuk dialog yang tulus,” tegas Zarif.

Saat ditanya apakah Iran terbuka untuk melakukan pertukaran tahanan, seperti era Obama, Zarif menyatakan pihaknya terbuka akan hal itu.

“Ini adalah kemungkinan, tentu dari perspektif kemanusiaan, tetapi itu membutuhkan perubahan dalam sikap,” kata Zarif. (sindonews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan