Turki Dilaporkan Mulai Meneror Kota Manbij, Dua Tentara Koalisi Dilaporkan Tewas

Pasukan Dewan Militer Kota Manbij berjaga di kota yang mulai tumbuh hidup normal. Foto: VOA

Turki dilaporkan mulai menebar teror di Kota Manbij, Ibukota Provinsi Manbij Suriah yang saat ini berada dalam penguasaan Syirian Democratic Forces (SDF) sokongan Amerika Serikat. Kota ini direbut oleh SDF pada Agustus 2016 dari tangan ISIS. Kemudian SDF membentuk pemerintahan Manbij Military Council yang didalamnya terwakili kelompok-kelompok etnis Arab dan Kurdi.

Kehidupan di Manbij berangsur pulih kembali normal setelah para penduduknya yang mengungsi kembali pulang ke kota ini. Keamanan juga terus membaik.

Namun Manbij sekarang dibayang-bayangi ancaman serbuan dari Turki. Ankara menyatakan anggota milisi Kurdi Suriah yang dianggapnya sebagai teroris dan sekarang duduk di pemerintahan Dewan Kota Manbij harus menyerahkan diri pada Turki atau diserbu.

Turki menuduh kaum Kurdi Suriah bekerja sama dengan pemberontak Kurdi Turki (PKK).

Sejak agresi militer Turki ke wilayah Suriah untuk memburu kaum Kurdi, kota Manbij juga mulai diserang  sejumlah serangan bom, protes dan percobaan pembunuhan terhadap seorang anggota dewan militer Manbij dalam beberapa pekan ini.

Para pejabat setempat menuding Turki dan koalisinya Free Syirian Army (FSA)  berusaha menebar kekacauan di kota  mereka yang telah aman damai sejak musim panas 2016.


Militer Amerika, Jumat (30/3) menyatakan dua personel koalisi tewas dan lima lainnya cedera akibat serangan bom pinggir jalan di Suriah. Serangan semacam itu jarang terjadi sejak koalisi pimpinan Amerika mengirimkan pasukan ke negara yang dicabik-cabik perang itu.

Baca Juga:  40 Tahun Diculik Tentara, Adriana Berhasil Kembali Ke Keluarganya

Militer tidak menyebutkan lokasi insiden itu. Akan tetapi pernyataan tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah seorang pejabat Suriah setempat mengatakan bom pinggir jalan itu meledak di Manbij, kota berpenduduk warga campuran Arab-Kurdi yang berlokasi tidak jauh dari perbatasan dengan Turki.

Pernyataan militer Amerika itu menyebutkan insiden tersebut terjadi Kamis malam dan bahwa personel yang cedera dievakuasi untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Menurut pernyataan koalisi, rincian mengenai insiden itu belum diungkap sampai investigasi lebih lanjut.

Korban tidak disebut sebagai tentara Amerika, hanya anggota koalisi.

Pejabat setempat Suriah, Mohammed Abu Adel, ketua Dewan Militer Manbij, kelompok Arab-Kurdi yang didukung Amerika di kota itu, menyatakan, bom meledak beberapa ratus meter dari markas keamanan yang ditempati dewan itu beberapa waktu menjelang Kamis tengah malam.

Hari Jumat pagi (30/3), pejabat militer Amerika Kolonel Ryan Dillon mengatakan suatu insiden yang melibatkan pasukan koalisi dilaporkan terjadi di Manbij, tetapi ia menyatakan tidak ada informasi lainnya yang tersedia. Ia mengatakan koalisi masih mengumpulkan informasi mengenai insiden tersebut.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan