Turki Dirayu Tukar S-400 Dengan Rudal Patriot

Amerika Serikat benar-benar tidak rela kehilangan Turki, apalagi sampai direbut oleh Rusia.

Turki baru saja mengeluarkan ultimatum, siap keluar dari NATO jika rencana pembelian rudal pertahanan udara S-400 nya diganggu. Negerinya Erdogan itu ingin terbebas dari rong-rongan asing dalam pemilihan senjata.

Kini AS, melalui kementrian luar negerinya berusaha menawarkan rudal patriot ke Turki sebagai pengganti Rudal S-400.

Plt Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik-Militer, Kaidanow menyatakan, delegasi AS sedang melakukan pembicaraan dengan Turki dan mencoba memberi Turki pemahaman tentang apa yang bisa dilakukan sehubungan dengan Patriot.

“Pada akhirnya kami prihatin, bahwa dengan membeli sistem pertahanan udara dari Rusia akan mendukung beberapa perilaku yang paling tidak baik yang telah kita lihat dari mereka (Rusia) di berbagai tempat, termasuk Eropa dan juga di tempat lain,” kata Kaidanow, seperti dilansir Reuters pada Senin (16/7).


“Washington ingin memastikan bahwa sistem pertahan udara yang diperoleh oleh sekutu AS tetap mendukung hubungan strategis antara kami dan sekutu kami, dalam kasus Turki adalah Patriot,” sambungnya.


Sebelumnya, NATO dan AS khawatir dengan Turki yang akan mengoperasikan pesawat jet tempur F-35 dan sistem rudal pertahanan S-400 Rusia secara bersamaan. Jika itu terjadi, kelemahan jet tempur siluman kebanggaan NATO dan AS itu bisa diekspos Ankara.

“Apa pun yang bisa dilakukan oleh S-400 yang memberikannya kemampuan untuk lebih memahami kapabilitas seperti F-35, jelas bukan untuk keuntungan bagi koalisi,” kata Komandan NATO, Jenderal Tod Wolters.

Baca Juga:  China Tangkap dan Eksekusi Mati 20 Intelijen CIA

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan