Turki Dituding Sengaja Bocorkan Posisi Pasukan AS di Suriah

Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, merasa protes dengan publikasi kantor berita pemerintah Turki mengenai lokasi pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah utara. Bocoran itu membuat pasukan AS berada dalam bahaya.

Turki sejatinya sekutu NATO, namun belakangan kerap berseberangan dengan AS. Salah satu penyebabnya, AS mendukung pasukan YPG Kurdi dalam perang melawan ISIS, meski oleh Ankara pasukan YPG Kurdi dianggap sebagai kelompok teroris. AS juga enggan mendeportasi Fethullah Gulen, yang oleh Ankara dianggap sebagai salah satu dalang kudeta gagal tahun lalu.

Keputusan jaksa AS untuk menuntut selusin petugas keamanan dan polisi Turki setelah melakukan serangan terhadap pemrotes saat kunjungan Presiden Turki Tayyip Erdogan ke Washington juga membuat marah Ankara.

Protes Pentagon disampaikan Rabu kemarin. Awalnya, kantor berita Anadolu menerbitkan sebuah laporan pada hari Selasa yang menandai lokasi 10 pos militer AS di Suriah utara. Laporan itu bahkan merinci jumlah tentara AS dan Inggris di lokasi.


”Pelepasan informasi militer sensitif yang menunjukkan kekuatan koalisi menimbulkan risiko yang tidak perlu dan berpotensi mengganggu operasi yang sedang berlangsung untuk mengalahkan ISIS,” kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.

”Meskipun kami tidak dapat secara independen memverifikasi sumber yang berkontribusi terhadap laporan itu, kami akan sangat prihatin jika pejabat dari sekutu NATO dengan sengaja akan membahayakan kekuatan kami dengan melepaskan informasi sensitif,” lanjut Pahon, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/7/2017).

Baca Juga:  Iran Bantah Punya Pangkalan Militer di Suriah

Dia menambahkan bahwa AS telah menyuarakan keprihatinannya kepada Turki atas bocoran informasi itu. Pemerintah Erdogan belum merespons protes AS.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan