Turun Harga, Pentagon Beli 90 F-35 Senilai 113 Trilliun

Presiden baru Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil memaksa Lockheed Martin menurunkan harga F-35. Terus menyuarakan kritikan sejak masa kampanye, di awal masa pemerintahanya Departemen Pertahanan alias Pentagon akhirnya mencapai kesepakatan dengan pabrikan pesawat Lockheed Martin Corp (LMT.N) untuk pembelian 90 unit jet tempur F-35 senilai USD8,5 miliar atau setara dengan Rp113 triliun ( Rp13.000/USD)

Mengutip dari Reuters, Sabtu (4/2/2017), kesekapatan tersebut diteken pada Jumat waktu AS. Dan menurut sumber terdekat, bahwa kesepakatan ini lebih rendah dari penawaran sebelumnya. Karena dengan nilai di atas, maka harga satu unit F-35 menjadi USD95 juta atau setara Rp1,26 triliun.

Pada penawaran sebelumnya, harga F-35 dipatok sebesar USD102 juta (Rp1,35 triliun) per unit. Dengan kesepakatan ini, kata sumber tadi, Pentagon telah menghemat sekitar USD700 juta ekuivalen Rp9,3 triliun.


Penghematan tersebut merupakan arahan dari Presiden AS Donald Trump, dimana pada Senin kemarin, ia meminta agar Pentagon bisa menghemat USD600 juta dalam pembelian F-35. Bahkan pada Desember lalu, Trump yang ketika itu masih berstatus calon presiden terpilih telah mengecam proposal pembelian F-35 yang dianggap “out of control” dan menginginkan Lockheed menurunkan harga.


Analis pertahanan pun memuji langkah renegosiasi Trump, dimana selama ini kesepakatan antara Lockheed dan Pentagon telah deadlock selama berbulan-bulan. Trump sendiri memang rajin mengkritik program F-35 yang dianggap terlalu mahal.

Baca Juga:  Badan Nuklir PBB Tolak Permintaan Amerika Serikat Periksa Iran

Namun baik Lockheed dan Pentagon menolak untuk berkomentar soal kesepakatan pembelian 90 unit F-35 tersebut. Lockheed sebagai kontraktor utama F-35 terus mengembangkan dan mengefektifkan produksi mesin tempur tersebut di Fort Worth, Texas.

Eksekutif Program F-35 di Departemen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Chris Bogdan pun menyatakan biaya pengembangan jet tempur tersebut harus bisa turun antara 6%-7% agar bisa memperoleh kontrak baru.

Senada dengan itu, Manajer Program F-35 di Lockheed Martin, Jeff Babione menyatakan dengan penurunan biaya produksi maka F-35 bisa segera “lepas landas” alias dijual pada musim panas ini. Sebelumnya, pengembangan pesawat ini tertatih-tatih karena mahalnya biaya sehingga sulit untuk dipasarkan.

F-35 sendiri memiliki tiga konfigurasi, model A untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan sekutunya. F-35 B-Model yang mampu terbang dan mendarat secara vertikal untuk Korps Marinir AS dan Angkatan Laut Inggris, dan F-35 C (carrier varian) untuk Angkatan Laut AS.

Pentagon sendiri telah menganggarkan dana sebesar USD391 miliar dalam sepuluh tahun untuk mengembangkan dan membeli 2.443 pesawat tempur supersonik.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan