UAV CH-5 Tiongkok Lakukan Uji Coba Live-Fire dengan Senjata Presisi Baru

China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) telah berhasil mengintegrasikan dan meluncurkan precision guided missile (PGM) baru pada medium-altitude long-endurance unmanned aerial vehicle (MALE UAV) berkemampuan serang Cai Hong 5 (Rainbow 5, atau CH-5), sebagaimana dikonfirmasi oleh narasumber Jane.

Uji coba terakhir tersebut dilakukan dari sebuah bandara yang tidak disebutkan di provinsi Gansu di barat laut Tiongkok pada pagi hari tanggal 21 September lalu, dimana teknisi CASC berhasil menembakkan PGM kelas 80 kg baru dengan membawa hulu ledak blast fragmentation, melalui protokol lock-on before launch (LOBL) (penguncian sebelum peluncuran) dari CH-5 model produksi pada ketinggian peluncuran 11.482 kaki.

Rincian lebih lanjut dari PGM baru itu juga tidak diungkapkan, meskipun diketahui bahwa ada upaya terbaru yang memungkinkan para teknisi CASC untuk menguji lebih lanjut dan menyempurnakan muatan perangkat elektro-optik/inframerah (EO/IR) CH-5 serta pembidikan senjata dan mekanisme peluncuran senjata.

“Kami mendemonstrasikan kemampuan CH-5 untuk memenangkan inisiatif di medan perang manapun dengan kemampuan pengintaian dan serangnya, dan kesuksesan terbaru kami ini mencerminkan kematangan produk canggih kami,” kata juru bicara perusahaan CASC kepada Jane’s.


Narasumber perusahaan juga mengungkapkan kepada Jane bahwa rudal anti tank berpemandu laser semi aktif kelas 45 kg AR-1 berhasil diintegrasikan dan disertifikasi untuk digunakan dengan CH-5 pada bulan Agustus lalu.

Baca Juga:  Sekilas Pandang KN. Tanjung Datu Bakamla RI

Sumber : janes.com (diterjemahkan oleh TSM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan