Upaya Kudeta Gagal, Oposisi Venezuela Berharap Bantuan Militer Amerika

Presiden Oposisi Venezuela

Upaya kudeta bersenjata gagal dilakukan oleh pihak oposisi venezuela. Dalam kudeta bersenjata yang didukung sebagian militer tersebut, berhasil diredam oleh Presiden Maduro dengan sokongan militer yang lebih besar.

Tokoh oposisi, Juan Guaido, mengakui bahwa kalangan militer yang mendukungnya tidak sebesar yang dia butuhkan. Dia juga siap menyambut intervensi militer yang didukung Amerika Serikat (AS) jika Washington memutuskan menempuh hal itu.

Guaido dan pendukungnya menderita kekalahan memalukan setelah upaya kudeta yang dilancarkannya pada Selasa lalu berujung pada kegagalan. Terlepas dari pembelotan beberapa prajurit, angkatan bersenjatan tetap loyal kepada Maduro dan menolak seruan Guaido.


Terkait masa depan untuk oposisi, Guaido mengatakan dia akan menyambut dukungan militer AS selama mereka berdiri di samping pasukan Venezuela, yang menolak untuk membelot. Jika Washington mengulurkan tangan militernya kepada oposisi, Guaido berjanji untuk mengambil opsi itu mendapatkan persetujuan Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.


Pendukung Juan Guaido saat demonstrasi pada 1 Mei 2019. Gambar: Edilzon Gamez/Getty Images

Terlepas dari kekalahan oposisi, Menteri Luar Negeri AS sekali lagi meminta Maduro untuk menyerahkan kekuasaan. Mike Pompeo lantas menyalahkan Rusia dan dukungan Kuba atas dugaan “penderitaan” rakyat Venezuela, yang, terlepas dari semua tekanan, terus tetap setia kepada cita-cita Bolivarian.

Baik Rusia dan Kuba membantah keterlibatannya dalam masalah internal Venezuela, sementara Caracas terus menyalahkan kebijakan AS atas kondisi sosial-ekonomi negara itu.

Baca Juga:  Kapal China Pencuri Harta Karun Laut Indonesia Ditangkap

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan