Upgrade Senjata F-16 A/B TNI AU agar Bisa Membawa Smart Bomb JDAM

Sebanyak empat pesawat tempur F-16A/B Block 15 OCU TNI AU menjalani peremajaan di hanggar Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Satu di antaranya ditargetkan rampung pada Juni – Juli 2019.

Komandan Skatek 042 Lanud Iswahjudi, Mayor Tek Agustinus Subagio, mengatakan bahwa program peremajaan pesawat F-16A/B itu merupakan proyek Enhanced Mid-Life Update (EMLU) – The Falcon Structural Augmentation Rodmap (Falcon STAR). Pelaksanaannya berlangsung sejak September 2017.

“Ini merupakan dua program yang dijadikan satu agar waktunya lebih efisien,” kata Subagio, Kamis, 15 Maret 2019.

Menurut dia, puluhan teknisi dari TNI Angkatan Udara dan PT Dirgantara Indonesia terlibat dalam proyek tersebut. Para personel itu melakukan sejumlah pekerjaan, seperti pencopotan panel maupun komponen pesawat, melakukan monitoring, kontrol, dan evaluasi.

“Ada dua sampai tiga orang dari Lockheed Martin (produsen pesawat F-16 asal Amerika) yang membantu supervisi,” ujar dia.

Pekerjaan itu, Subagio melanjutkan, bakal berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Sebab, jumlah total pesawat F-16 A/B Block 15 OCU yang harus di-upgrade sebanyak 10 unit. Seluruh alat utama sistem persenjataan itu dibeli dalam Program Peace Bima Sena pada tahun 1989.


“Setelah ini (di-upgrade), usia terbang pesawat akan lebih panjang antara 15,20 bahkan 25 tahun ke depan,” kata Subagio kepada penulis.

Adapun sistem avionik yang diperbaharui melalui proyek EMLU-Falcon STAR, seperti pemasangan Rudal Beyond Range yang memiliki jangkauan lebih dari 30 kilometer. Juga, Fire Control Radar dan JDAM (Joint Direct Attack Munitio) yang merupakan bom dengan dilengkapi pemandu laser.

Baca Juga:  Pangarmabar Tinjau Kesiapan Satgas Uji Coba Penembakan Rudal C 705

Untuk pengadaan spare part, Komandan Skatek 042 menjelaskan, ada dua tipe kontrak dalam proyek EMLU-Falcon Star ini. Pertama menggunakan mekanisme dengan mitra alias Direct Commercial Sales (DCS) dan Foreign Military Sales (FMS) atau Government to Government.

Subagio yang juga sekretaris proyek EMLU-Falcon STAR mengaku bangga dengan pekerjaan itu. Sebab, mampu meningkatkan kemampuan para teknisi TNI Angkatan Udara. Apalagi, pekerjaan itu baru pertama dilakukan. “Kalau di luar negeri, pekerjaan ini masuk depot maintenance,” ujar dia.

Sumber: tempo.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan