Vostok 2018 Sukses, Rusia dan China Siap Gelar Latihan Militer Bersama Tiap Tahun

Pemerintah Rusia dan China berniat menggelar latihan perang rutin bersama seperti latihan perang besar Vostok 2018, yang sedang berlangsung pada pekan ini.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan ini saat mengunjungi kawasan tembak Tsugol di Siberia timur bersama Panglima China, Wei Fenghe, untuk memantau latihan perang besar yang melibatkan 300 ribu pasukan Rusia dan 3,200 pasukan China.

“Kami telah bersepakat menggelar latihan ini secara rutin,” kata Shoigu seperti dilansir situs Military Times mengutip AP pada Kamis, 13 September 2018 waktu setempat.

Latihan perang Vostok 2018 ini merupakan latihan perang terbesar yang pernah digelar Rusia sejak 1980-an. Latihan bersama China ini digelar Moskow menyusul ketegangan berlanjut dengan Amerika Serikat.

AS dan China saat ini sedang terlibat perang dagang, yang jumlahnya bakal terus meningkat. Ini terjadi karena Presiden Donald Trump mengancam lebih banyak produk asal China yang terkena kenaikan tarif.

AS dan Rusia juga sedang memanas pasca pengusiran diplomat Rusia dan pengenaan sanksi atas intervensi Rusia pada pilpres AS 2016.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Angkatan Udara Rusia menggelar latihan di kawasan Chita pada Rabu pekan ini. Sejumlah pesawat pengebom strategis yang membawa rudal jelajah jarak jauh menembak target di daerah Buryatia di selatan Siberia. Kapal perang di Laut Okhotsk juga menggelar latihan menembak.

Baca Juga:  BAE Inggris Pamerkan Pesawat Typhoon dan Hawk Pesanan Oman

Latihan perang Vostok, yang berarti timur, 2018 ini mencakup kawasan luas seperti Siberia, Timur Jauh, Arktik, dan Samudera Pasifik. 36 ribu tank dan 1000 pesawat tempur dilibatkan.

Sedangkan China mengirim 900 kendaraan tempur dan 30 pesawat tempur untuk ikut berlatih di Tsugol. Media China menggambarkan pengerahan pasukan militer China ini sebagai yang terbesar dalam sejarah untuk sebuah latihan.

Secara terpisah, Presiden China, Xi Jinping, mengatakan ingin mengerjakan lebih banyak proyek investasi bersama Rusia seiring meningkatnya proteksionisme.

Jinping mengatakan ini saat berbicara di Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum, yang digelar bersamaan dengan latihan perang massal tadi. Menurut Jinping, hubungan dengan Rusia sedang membaik dan membutuhkan investasi lebih banyak.


“China selalu dan masih menjadi peserta untuk proyek pengembangan di bagian timur Rusia,” kata Jinping, yang sempat berlatih membuat panekuk dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela forum ekonomi ini.

“China dan Rusia merupakan tetangga terbesar dan memiliki ikatan politik yang kuat,” kata Jinping seperti dilansir CNBC.


Sumber: TSM/tempo.co

1 Komentar

Tinggalkan Balasan