Walau Kena Sanksi AS, Perusahaan Rusia Ini Tetap Kirim Ventilator ke AS Untuk Korban Covid-19

Walau musuh bebuyutan, Rusia tetap membantu Amerika Serikat (AS) yang sedang dilanda serangan virus Covid-19.

Bahkan sebuah perusahaan yang selama ini dikenai sanksi oleh AS mengirimkan bantuan alat bantu pernafasan ventilator dan Alat Perlindungan Diri (APD) ke AS.

Bantuan itu telah tiba di New York diangkut militer Rusia An 124 Ruslan.
Bantuan ini datang setelah Presiden AS Donald Trump secara pribadi menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin agar mengirimkan alat-alat medis untuk memerangi Virus Corona yang mewabah di AS.

Menurut Televisi Pemerintah Rusia ribuan alat ventilator “Aventa-M” itu diproduksi oleh Ural Instrument Engineering Plant (UPZ) di Kota Chelyabinsk yang terletak 1.500 Km timur Moskow.

UPZ ini adalah anak perusahaan Concern Radio Electronic Technologies (KRET) yang memproduksi peralatan jamming (jammer pod) SAP 518 untuk pesawat tempur Sukhoi, KRET adalah salah satu perusahaan Rusia yang terkena sanksi ekonomi AS (CAATSA) sejak 2014 lalu.

Dalam CAATSA tersebut tertulis aturan bahwa setiap individu/entitas bisnis dilarang melakukan transaksi jual beli terhadap individu/entitas bisnis Rusia yang telah dijatuhi sanksi. Banyak pihak beranggapan bahwa Undang-Undang CAATSA ini adalah respon perang dagang (trade war) terutama bisnis senjata Presiden Trump terhadap Rusia.

Telah disebutkan diatas bahwa setidaknya telah terjadi dua Ironi yang cukup konyol bagi pihak AS. Pertama, alat ventilator dibuat oleh perusahaan Rusia yang terkena sanksi CAATSA. Ironi kedua, pihak AS membeli langsung dari perusahaan Rusia yang terkena sanksi CAATSA. Dari kedua premis tersebut sudah menjadi dasar kuat bahwa AS harusnya terkena sanksi oleh peraturannya sendiri.

Baca Juga:  Kapal Selam Nuklir Rusia Mendekati Pangkalan Militer AS Tanpa Terdeteksi Radar

Jika sudah begini, AS harusnya malu mengancam Indonesia yang mau membeli Su-35 dari Russia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan