Water Canon PWC-25TL, Kesuksesan Perdana PT. Pindad Menembus Pasar Ekspor Timor Leste

Untuk sebuah industri pertahanan, adalah penting untuk tidak hanya memasok kebutuhan di dalam negeri, tetapi juga sebisa mungkin menjual hasil produksi ke luar negeri. Selain untuk kebutuhan bisnis, penjualan alutsista ke negara tetangga akan membantu hubungan diplomatik dan juga membantu memberikan masukan dalam upaya pengembangan perlengkapan militer domestik.

Untuk produk-produk militer darat seperti panser, harus diakui Indonesia belum bisa bicara banyak. Penjualan panser Anoa/ Rimau yang dikatakan akan dibeli Malaysia, ternyata tak kunjung terealisasi. Namun ternyata, PT. Pindad tercatat berhasil menyediakan solusi non letal bagi Kepolisian Timor Leste dalam bentuk penjualan dua unit kendaraan anti huru-hara dengan kemampuan menyemprotkan air. Tidak banyak yang tahu kan kalau Pindad sudah berhasil mengekspor produk panser kepolisian ke Timor Leste?

Kepolisian Timor Leste memang memiliki kebutuhan akan kendaraan yang bisa digunakan untuk mengendalikan kerumunan massa, karena banyaknya demonstrasi di masa-masa awal berdirinya negara tersebut. Gayung bersambut, PT. Pindad punya kendaraan untuk Kepolisian bernama Pindad Water Cannon 2,5 Ton Long Chassis atau disebut juga PWC-25TL yang memang dikembangkan untuk tugas-tugas Kepolisian, termasuk penanganan kerusuhan.


PWC-25TL didesain dengan platform yang diambilkan dari sasis truk Heavy Duty dengan penggerak 4×4. Badannya dibuat dari pelat baja anti peluru, lengkap dengan dua kaca depan yang dibuat terpisah. Sepintas dari segi bentuk mirip benar dengan panser Anoa, kecuali pada bagian belakang yang tidak mengangkut pasukan, tetapi tangki air berkapasitas 4.000 liter.

Baca Juga:  Polandia Tawarkan Kerja Sama Industri Pertahanan

Sistem penyemprot air pada water canon Pindad memiliki tekanan sampai 16 bar, bisa menyemprotkan air dengan kencang sampai jarak 70 meter untuk memadamkan api dan mengusir asap. Alternatifnya selain penyemprot air, juga bisa dipasang pelontar gas air mata. Uniknya, tersedia jendela kaca anti peluru yang menghadap ke empat sisi, sehingga operator kanon penyemprot air bisa melihat kondisi luar dan mengarahkan semprotannya secara lebih baik.


Kalaupun tidak terlihat atau kacanya kotor, masih tersedia sistem kamera CCTV untuk memandang ke arah luar dengan leluasa. Arah kepala penyemprot pun sudah bisa digerakkan dengan joystick, mirip sistem senjata RCWS. Berbeda dengan Anoa, PWC-25TL memiliki pintu akses keluar dari arah samping, baik untuk penumpang maupun pengemudi. Kaca depan dari PWC-25TL juga dibuat lebih besar agar leluasa memandang situasi sekitar.

Dua unit water cannon PWC-25TL tersebut diserahterimakan oleh Pindad ke pemerintah Timor Leste pada tahun 2012. saat ini PWC-25TL digunakan oleh Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) atau Kepolisian Nasional Timor Leste. Satu unit diantaranya digunakan oleh BOP (Batalhao de Ordem Publica) atau Batalyon Ketertiban Umum, satu unit khusus Kepolisian Timor Leste yang ditugaskan untuk membubarkan unjuk rasa dan menangani kerusuhan. Versi PWC-25TL milik BOP dicat dengan kelir hitam mirip panser milik Brimob Polri, sementara untuk unit reguler dicat biru cerah.

Baca Juga:  Kapal Selam KRI Ardadedali-404 Segera Tiba Tahun Ini

Keberhasilan ekspor panser Perdana Pindad ke Timor Leste ini tentu harus kita apresiasi, dan tentu kita harapkan agar peluang ekspor berikutnya terbuka dan bisa dimanfaatkan betul oleh PT. Pindad. Kabarnya, Pindad akan menyempurnakan water canon bekerjasama dengan Tata Motors. Doa kita semua agar PT. Pindad bisa menjadi pabrik panser terbaik di kawasan.

Sumber : c.uctalks.ucweb.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan