XB-1 Baby Boom, Pesawat Supersonic Penerus Concorde

Pesawat supersonik akan lahir kembali setelah sempat mati ditinggal pesawat Concorde. Potensi kembalinya penerbangan supersonik semakin dekat setelah Boom Technology, perusahaan pemula (start-up) penerbangan menerima pendanaan sebesar 33 juta dolar AS untuk mengembangkan jet ‘Baby Boom’.

Dulu pesawat supersonic Concorde melayani rute London – New York. Dengan jarak tempuuh hanya 3 jam dari yang seharusnya 7 jam.

Inilah pasar yang coba dibidik oleh Boom Technology. Pesawat jet yang berkode XB-1 ini diproyeksikan bisa terbang dengan kecepatan 2.335 km per jam. Dengan kecepatan tersebut perjalanan dari LA ke Sydney yang bisanya ditempuh dalam waktu 15 jam, dipersingkat menjadi 6 jam dan 45 menit.


Total dana sebesar 33 juta dolar AS dikumpulkan dari pendanaan Seri A, termasuk investasi Y Combinator untuk menyelesaikan pengembangan dan uji terbang prototipe XB-1 Baby Boom. Pesawat prototipe ini hanya memiliki ruang untuk pilot, sedangkan versi komersial berkapasitas 44 penumpang. Boom berharap pesawat supersonik buatannya siap mengangkut penumpang pada 2020.

“Bayangkan bepergian melintasi Atlantik, menyelesaikan urusan bisnis, dan Anda bisa menyelinap ke tempat tidur bersama anak-anak. Ini menghemat waktu dua hari perjalanan pulang-pergi ke wilayah Asia,” ujar Blake Scholl, CEO dan pendiri Boom, dalam sebuah rilis.


Scholl menambahkan membangun pesawat supersonik adalah “tidak mudah – tetapi penting”. “Menengok ke belakang mundur, mengapa seseorang mendirikan sebuah perusahaan untuk membangun pesawat komersial.Ini adalah ruang yang secara teknologi menantang, peraturan yang ketat, dan permodalan yang padat,” katanya.

Baca Juga:  Pesawat Patroli P-8A Poseidon Australia Sukses Tembakkan Rudal Harpoon

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan