Xi Jinping Bisa Jadi Presiden China Seumur Hidupnya

Presiden Xi Jinping dengan istrinya, jadi sosok paling ppopular di China

Presiden Xi Jinping berpeluang menjadi Presiden sampai mati setelah Parlemen Cina mencabut pasal pembatasan masa kekuasaan presiden hanya dua kali periode dalam 10 tahun.

Perubahan konstitusi itu telah disahkan dalam Kongres Rakyat Nasional -yang merupakan parlemen Cina- yang berakhir hari Minggu (11/03).

Hanya dua delegasi yang menentang perubahan itu, tiga orang abstain, sementara sisanya yaitu 2.964 suara menyetujuinya.

Dengan keputusan ini, maka Presiden Xi Jinping akan tetap bisa menjabat setelah jabatan keduanya berakhir pada 2023 mendatang.

Sebelumnya, Cina telah membatasi dua masa jabatan bagi presidennya yaitu semenjak tahun 1990an.

Pembatasan masa jabatan selama 10 tahun ini ditetapkan oleh Deng Xiaoping untuk menghindari terulangnya kembali kekacauan dalam era Mao, yang memerintah lebih dari 30 tahun.

China di bawah kepemimpinan Xi Jinping telah melesat pesat menjadi negara adidaya baru di dunia. Dan Xi sendiri telah menunjukkan minat untuk terus berkuasa, mengabaikan suksesi seperti yang dilakukan oleh Mao dan Deng, dua presiden sebelum dirinya.

Penghapusan pasal pembatasan masa jabatan presiden itu diusulkan oleh Partai Komunis Cina yang berkuasa penuh di negara itu.

Kongres Rakyat Nasional -yang merupakan parlemen Cina- biasanya lebih merupakan pengesahan atas usulan-usulan yang sudah lebih dulu disiapkan partai

Lahir pada tahun 1953, Xi merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis. Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.

Baca Juga:  Angkat Senjata, Warga Rohingya Memilih Mati Sebagai Pejuang Daripada Pengungsi

Di bawah kepemimpinannya, Cina menempuh reformasi ekonomi, kampanye antikorupsi yang tegas, dan kebangkitan nasionalisme namun dengan pemberangusan hak-hak asasi.

Upaya pemberantasan korupsi -yang populer di kalangan rakyat bawah- agaknya memang menjadi faktor penting dalam membuka peluang bagi Xi untuk tetap menjabat presiden setelah berakhirnya masa jabatan keduanya tahun 2023 mendatang.


“Salah satu tugas terbesarnya setelah dia berkuasa adalah mencabut semua ancaman atas partai dan negara. Untuk melakukan itu, tidak cukup baginya jika hanya menjabat dua periode,” jelas Hua Po, seorang pengamat politik di Beijing kepada kantor berita AFP.

Hua Po berpendapat jika Xi `mengalihkan kekuasaan pada akhir masa jabatan keduanya, “Kemungkinan besar kekuasaan akan kembali ke tangan-tangan korup dan kelas elite sehingga semua upaya dalam beberapa tahun akan percuma.”

Bagaimanapun sejumlah pengamat melihat upaya Presiden Xi dalam memberantas korupsi juga digunakan untuk menggeser lawan-lawan politiknya walau anggapan itu dibantah keras oleh para pendukungnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan