Yordania Tertarik Produk Senjata Strategis Indonesia

Yordania menampakan minat terhadap produk industri srategis Indonesia, seperti kendaraan tempur Anoa, serta senjata-senjata buatan PT Pindad.
Minat tersebut terlihat dalam pertemuan Duta Besar RI untuk Yordania, Andy Rachmianto dengan Panglima Angkatan Bersenjata Yordania, Letnan Jenderal Mahmoud Freihat, Kamis (18/1).

Selain melakukan kunjungan kehormatan, Andy juga menggunakan kesempatan itu sebagai ajang jualan produk industri strategis Indonesia.

Kepada Panglima Yordania, Dubes RI
memperlihatkan brosur produk senjata-senjata buatan PT Pindad. Mulai dari pistol, senjata serbu dan amunisi. Andy juga menyerahkan prototipe Anoa, kendaraan tempur produksi PT
Pindad kepada Jenderal Freihat.
Jenderal Freihat terkesan dan spontan
menyampaikan minat untuk dapat berkunjung ke Indonesia tahun ini, termasuk fasilitas PT. Pindad.

“Kerjasama pertahanan antara RI dan Yordania sudah berjalan sangat baik melalui partisipasi Indonesia dalam sejumlah kegiatan di Yordania
selama beberapa tahun terakhir,” kata Dubes RI dalam rilis yang diterima CNN Indonesia, Jumat (19/1).

Indonesia dan Yordania memiliki kerja sama untuk menjajaki usaha bersama, khususnya produk senjata ringan dan amunisi melalui PT. Pindad dengan King Abdullah II Design and Development Bureau (KADDB).

Kedua negara juga tengah menjalin kerjasama pendidikan melalui nota kesepahaman antara Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) dan Royal Jordanian National Defense College
(RJNDC).

Pada 2016, Indonesia berpartisipasi pada
kegiatan “Special Operation Force Expo
(SOFEX)” dan Annual Warrior Competition
(AWC).

Baca Juga:  Panser Terrex 2 Singapura Tersingkir dari Tender Panser Amerika

Dalam pertemuan juga diangkat mengenai kerja sama pemberantasan terorisme antara kedua negara.

Dikemukakan Dubes Andy soal partisipasi Indonesia pada pertemuan Aqaba
Dialgue Process yang diprakarasi oleh Raja
Abdullah II tentang pemberantasan terorisme, ekstremisme dan radikalisme di Asia Tenggara.

Jenderal Freihat menyampaikan bahwa
Yordania telah meresmikan pendirian Jordan Center for Counter-Extremism yang pertama di Timur Tengah dan mengundang peserta dari Indonesia untuk mengikuti program pendidikan
di pusat tersebut.

“Indonesia merupakan mitra kerja sama
pertahanan yang potensial ditengah upaya
reformasi di tubuh Angkatan Bersenjata
Yordania,” kata Jenderal Freihat.
Menutup pertemuan, Dubes Andy berharap agar kerja sama pertahanan dengan Yordania dapat direalisasi pada tahun 2018 ini juga.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan