Zircon 3M22, Rudal Anti-Kapal Tercepat di Dunia Buatan Rusia

Rusia sedang mengembangkan rudal antikapal berkecepatan hipersonik. Namun tampaknya, uji coba proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 3 Juni 2017 itu tidak terendus oleh intelijen Barat. Rusia juga belum merilis dokumentasi apapun terkait hal itu.

Seperti dilansir RBTH, rudal jelajah permukaan ke permukaan jarak jauh ini dikenal dengan kode 3M22 Tsirkon atau Zirkon. Proyektil bermesin scramjet ini bisa meluncur ke sasarannya dengan kecepatan 2,5 km/detik atau delapan kali lebih cepat dari kecepatan suara (8 mach = 9.800 km/jam).

Sebagai perbandingan, waktu reaksi sistem pertahanan udara Aegis milik kapal AL Amerika Serikat adalah delapan detik. Dalam waktu delapan detik, rudal hipersonik Tsirkon sudah melesat jauh dan kemungkinan telah menghancurkan targetnya sebelum dapat bereaksi apa-apa. Untuk target terjauh, Tsirkon mampu menghajar kapal lawan hingga jarak 500 km.


Rudal mematikan 3M22 Tsirkon dirancang oleh NPO Mashinostroyeniya dari Rusia pada 2012 berdasar rudal P-750 Meteorit (Kh-80).

Selain bisa diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal selam, Tsirkon juga bisa ditembakkan melalui platform darat tepi pantai. Rudal ini juga akan dibuatkan versi untuk bisa diluncurkan dari udara menggunakan pesawat pembom Tu-22M3.

Direncanakan, pengadaan rudal hipersonik ini akan dilaksanakan pada periode 2018-2027 untuk melengkapi berbagai jenis kapal perang AL Rusia. Namun, belum diketahui kapal mana yang pertama akan dipilih menerima rudal generasi baru ini. Calon terkuat diperkirakan kapal penjelajah pengangkut rudal nuklir (battlecruiser) kelas Kirov.

Baca Juga:  Helikopter Serang MD-530 Malaysia, Kecil Tapi Kemampuanya Mantab

Bila hal ini terlaksana, maka untuk sementara waktu AL Rusia akan menjadi satu-satunya negara di dunia yang menggunakan rudal jelajah hipersonik.


Sebagai gambaran misil sekelasnya, BrahMos buatan India bersama Rusia, kecepatannya hanya 3 mach atau 3.400 km/jam saja. Kelak India juga akan memroduksi Tsirkon di negaranya dengan nama BrahMos II.

Lalu bagaimana dengan AS yang menjadi peseteru abadi Rusia? Melalui pabrik Boeing, rupanya Pentagon juga sedang mengembangkan wahana berkecepatan hipersonik yang teknologinya bisa dikembangkan menjadi misil.

Wahana yang dinamai X-51 Waveraider itu telah diuji tahun 2010 sebanyak 4 unit. Diluncurkan dari bawah sayap bomber B-52, X-51 berhasil mencatatkan rekor kecepatan 5,1 mach atau 6.300 km/jam. (TSM/Angkasa Review)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan