​RPG-7, Roket Panggul Serbaguna Paling Menakutkan

Rocket Propelled Grenade atau RPG-7 merupakan senjata anti tank rancangan Biro Desain Bazalt dari Uni Soviet yang diproduksi sejak 1961. 

RPG-7 merupakan senjata yang legendaris, sama legendarisnya dengan senapan serbu AK-47 rancangan Mikhail Kalashnikov. Granat berpeluncur roket RPG-7 merupakan senjata anti tank yang tidak mahal, mudah dioperasikan, dapat dibawa dan ditembakkan oleh satu orang, satu tembakan dalam jarak dekat dapat mennghancurkan kendaraan lapis baja.

RPG-7 merupakan pengembangan dari RPG-2, RPG-3, dan RPG-4. Meskipun RPG-4 telah lulus uji coba, pada 1961, yang dikembangkan adalah model terbaru yaitu RPG-7, yang diproduksi pada tahun yang sama. Angkatan bersenjata Uni Soviet mulai menggunakan RPG-7, pada 1961. Senjata anti tank RPG dikembangkan dari US Bazooka dan German Panzerfaust, senjata anti yang digunakan pada Perang Dunia II. 

Sejak pertama muncul hingga sekarang, sembilan juta RPG-7 telah dibuat. Lebih dari 40 negara ditambah milisi-milisi yang menggunakan senjata anti tank ini. Kini, beberapa varian RPG-7 telah dibuat di sembilan negara. RPG-7 seri V menggunakan roket dengan hulu ledak HEAT (High Explosive Anti-Tank ) yang mempunyai daya penetrasi dan penghancur yang lebih besar, sehingga dapat mengatasi tank-tank modern. Roket RPG-7 kini mampu menembus baja dengan ERA (explosive reactive armour) setebal 60 Cm, dan baja setebal 75 Cm tanpa ERA.

RPG-7 menggunakan tabung baja smoothbore berdiameter of 40 mm. Granat peluncur roket ini digunakan dengan cara disandang di bahu penembak. RPG-7 tidak menghentak balik, dan dapat menembakkan berbagai macam roket. Pembidik dan optik yang digunakan standar dan bisa ditambah dengan peralatan untuk menembak malam. Di tengah laras dilapisi kayu untuk melindungi penembak dari panas dan dua pegangan terletak dekat di pusat senjata. 

Baca Juga:  Pesawat Tempur F-18 Hornet Pensiun Dari AL Amerika Serikat

Jangkauan maksimum RPG-7 adalah 920 m, namun jarak efektif sekitar 200 m, dengan kemungkinan menghancurkan target sekitar 51%. Uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa penembakan pada jarak 50 m, 100% target (panjang 5 m, lebar 2,5 m, dan bergerak lambat) terkena dan hancur. Akurasi akan semakin berkurang apabila jarak target lebih dari 300 m. Pada jarak 500 m, kemungkinan target kena dan hancur hanya 4%. 

RPG-7 merupakan salah satu senjata yang telah terbukti keampuhannya dalam perang. Tank-tank Uni Soviet pernah merasakan ampuhnya RPG-7 pada Perang Soviet-Afghanistan dan perang di Chechnya.

 Amerika Serikat juga termasuk salah satu negara yang menjadi korban RPG-7. Dua helikopter Black Hawk jatuh ditembak dengan RPG di Mogadishu, Somalia, pada 1993. Helikopter CH-47 Chinook bermuatan 38 orang, 25 di antaranya pasukan khusus, jatuh ditembak gerilyawan Taliban, pada Agustus 2011. Semua penumpang dan kru tewas. Penggunaan RPG-7 juga pada beberapa konflik, seperti di Irlandia Utara, Lebanon, Irak, dan Afghanistan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan