10 Operasi Pasukan Khusus Paling Heroik di Dunia

6. SSG, Pakistan.


SSG dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh India.

Pada 20 Februari 1994, 3 pria bersenjata dari Afghanistan membajak sebuah bus berisi 74 anak dan 7 guru di Peshawar, Pakistan.

Mereka meminta bus itu untuk melaju ke kedutaan Afghanistan di Islamabad. Ada 61 sandera dibebaskan, sisanya tetap dalam bus. Para pembajak minta makanan dikirim ke Kabul sebagai tebusannya.

Sehari kemudian, sejumlah pasukan elite Pakista, SSG, menyerang kedutaan Afghanistan dan menewaskan 3 sandera itu.

7. Delta Force, AS

Pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force disebut-sebut memiliki peran penting saat invasi Irak pada 2003.

Mereka berhasil masuk Baghdad dengan menyamar, mengawal serangan udara dan menjalin hubungan dengan warga lokal. Tak hanya itu, pasukan khusus itu berhasil merusak saluran komunikasi.

Setelah berhasil masuk, Delta Force bermarkas di Baghdad dan berhasil menangkap Letnan Jenderal Abid Hamid Mahmud al-Tikriti. Ia adalah tangan kanan Saddam Hussein.

Pasukan elite ini kemudian berhasil menangkap anak-anak Saddam.

Saddam sendiri ditangkap pada 13 Desember 2003. Lebih dari 600 pasukan khusus dikerahkan untuk mencari diktaktor Irak untuk kemudian digantung hingga tewas.

Belakangan, sepeninggal Saddam, Irak kini nyaris tak ‘bertuan’. Sejumlah kota penting dikuasai oleh ISIS dan konflik horizontal pecah.

8. SAS, Inggris

Serangan teroris terjadi di jantung ibukota Inggris, London. Kala itu 30 April 1980, 6 pria Iran bersenjata menyerbu kedutaan Iran di London.

Baca Juga:  Pesawat Tentara Perancis Jatuh di Pantai Gading

Mereka berhasil melumpuhkan petugas keamanan kedutaan dan menyandera 26 orang. Salah satu sandera adalah wartawan BBC yang tengah membuat visa.

Teroris itu menyebut dirinya ‘Democratic Revolutionary Front for Arabistan’ . Mereka memprotes tekanan di Khuzestan oleh pemimpin Iran saat itu Ayatollah Khomeini.

Mereka juga menuntut pembebasan 91 tahanan militer serta pesawat terbang untuk membawa mereka beserta sandera keluar Inggris.

Kenekatan para teroris itu membuat pasukan elite Inggris, SAS turun tangan. Sambil mempelajari blue print kedutaan, mereka menamakan operasi itu Operasi Nimrod.

Sehari setelah penyanderaan, salah satu pembajak menembak mati warga Iran. Kebijakan Inggris yang lebih mengetengahkan dialog akhirnya luntur. Tim Cobra dari SAS bertindak cepat menggunakan senjata api masuk ke kedutaan.

Saat pemimpin kelompok itu sibuk negosiasi dengan polisi, tim Cobra masuk ke dalam kedutaan. Hanya 1 orang teroris yang hidup, sisanya tewas.

9. Eko Cobra, Austria

Pasukan elite Austria disebut Eko Cobra. Mereka berhasil menggagalkan pembajakan pesawat di langit Nigeria.

Kala itu pada Agustus 1996, empat anggota Cobra tengah berada di pesawat Aeroflot Tupolev 154 mengawal tahanan dari Lagos.

Salah seorang napi berhasil lepas dan mengancam kru dengan pisau meminta agar ia diturunkan di Jerman atau Afrika Selatan.

Namun, berkat kesigapan 4 tentara, napi itu berhasil diringkus.

10. SAS, Australia

Tentara elite Australia, SAS, terlibat dalam perang di Afghanistan. Negara Kanguru itu terlibat di kawasan dari 2001 hingga 2014.

Baca Juga:  Pakistan-China Luncurkan Pesawat Tempur JF-17 Block 3

Pada 2 September 2008, kala tengah berpatroli dengan tentara AS, 2 tentara SAS berhasil menyelamatkan rekan-rekannya dari serangan Taliban.

Keduanya diganjar medali Victoria Cross karena keberhasilannya menyelamatkan nyawa tim dan menghancurkan pasukan Taliban. (liputan6.com)

Channel Militermeter

2 Komentar

  1. 4. Sayeret Matkal, Israel … dst dst…Rombongan itu terbang selama 8 jam di bawah radar. Ketika mendarat di Uganda, operasi itu terlihat kacau karena tak ada koordinasi dengan pemerintah setempat.

    Wah wah wah ini tulisan dari wartawan mana nih… kalau mau menyebar berita bohong jangan begini karena mudah sekali ketauan….

    Yang benar adalah pemerintah Uganda yang kala itu di pimpim oleh Diktator Idi Amin yang SAAT ITU sangat membenci ISRAEL , MEMFASILITASI KELOMPOK TERORIS DENGAN MENYEDIAKAN TEMPAT DI BANDARA ENTEBE SEBAGAI TEMPAT MENARUH PARA SANDERA DAN DISEBARKAN PADA BEBERAPA RUANGAN. TENTARA UGANDA PUN IKUT MEMBANTU PARA TERORIS MENJAGA PARA SANDERA .

    TENTARA PASUKAN KHUSUS ISRAEL TERBANG DENGAM MELEWATI BEBERAPA NEGARA ARAB SECARA DIAM DIAM TANPA TERDETEKSI RADAR NEGARA ARAB TSB, KARENA PASTI TIDAK AKAN DIIJINKAN KARENA ISRAEL SAAT ITU SEDANG BERMUSUHAN DENGAN MEREKA.

    Bisa dibayangkan betapa sulitnya tentara Israel untuk bisa mendarat di Entebe , Uganda. JANGANKAN UNTUK MEMBEBASKAN , U N T U K sampai di ENTEBE saja sudah sangat sangat sulit.

    Jadi SAMA SEKALI TIDAK BENAR KALAU PASUKAN ISRAEL TERLIHAT KACAU K A R E N A TIDAK BERKOORDINASI DENGAN PEMERINTAH SETEMPAT.

    PERLU DIKETAHUI , OPERASI MILITER INI , ADALAH SUATU MISSION IMPOSSIBLE , YANG SAMPAI SAAT INI HANYA BERHASIL DILAKUKAN OLEH SATU NEGARA : ISRAEL.

    KALAU ADA NEGARA LAIN YANG BISA MELAKUKAN HAL SEMACAM INI , TOLONG REVISI TULISAN INI.

    SHALLOM ALLEKEM,

  2. Namun betapa terkejutnya 257 penumpang tersebut saat melihat Boese dan grupnya keluar dari pesawat dengan tawa dan sorak gembira kepada para prajurit Uganda. Ternyata keberadaan prajurit itu bukan untuk membebaskan mereka. Melainkan para prajurit Uganda tersebut justeru mendukung gerakan Boese. Para sandera lebih yakin lagi, pada saat ditempatkan di dalam bangunan gedung tua, senjata-senjata otomatis prajurit Uganda diarahkan ke para penumpang. Sehingga para penumpang menyadari kalau dirinya setatusnya masih menjadi sandera bahkan tersandera oleh kekuatan yang lebih hebat.
    Selang beberapa saat kemudian, sebuah helikopter VVIP mendarat di dekat bangunan tua tempat penumpang disekap. Turun dari Helikopter seorang pria berkulit hitam separoh baya berjalan keluar diikuti seorang bocah kecil berusia 4 tahun. Semua pasukan memberi penghormatan kebesaran kepada pria yang kemudian berjalan menuju ruangan sandera itu. Dengan pengawalan ketat, pria itu berkata dihadapan semua penumpang, “Kalian pasti tidak tahu nama saya. Tapi saya yakin kalian pernah mengenal dan mendengar nama saya. Saya adalah Marsekal Dr. Idi Amin, Presiden Republik Uganda.

    Jadi bagaimana tentara Israel harus berkoordinasi dengan pemerintah UGANDA

    Jadi berita yang ditulis militermeter.com soal no.4 sayeret Matkal , pasukan khusus Israel, ADALAH SANGAT NGAWUR NGAWUR NGAWUR….

Tinggalkan Balasan