250.000 Warga Mengungsi Karena Tekanan Junta Militer

Hampir 250.000 warga Myanmar dilaporkan mengungsi untuk menghindari kebrutalan junta militer yang menindak penentang kudeta. Junta Militer menggunakan kekerasan saat meredam aksi protes setelah kudeta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Kelompok pemantau lokal menuturkan, ada 738 orang tewas dan sekitar 3.300 lainnya ditahan sejak demonstrasi bergulir.

Kengerian itu juga disikapi Pelapor Khusus PBB untuk Situasi di Myanmar, Tom Andrews dalam kicauannya di Twitter. “Serangan junta militer sudah menyebabkan hampir 250.000 orang mengungsi, berdasarkan sumber kami,” kata Andrews.

Dia pun menyerukan supaya komunitas internasional bergerak cepat dan mendinginkan bencana kemanusiaan di negara Asia Tenggara tersebut. LSM Free Burma Rangers menerangkan, setidaknya 24.000 orang menyingkir dari Negara Bagian Karen.

Dilansir AFP Rabu (21/4/2021), sebebnya adalah junta mengerahkan serangan udara dan darat pada awal April. Juru bicara brigade lima Karen National Union, Padoh Mann Mann berkata ada 2.000 orang yang pergi ke perbatasan Thailand.

Sisanya berusaha menyembunyikan diri. “Mereka melarikan diri ke hutan yang terletak dekat desa mereka,” kata Mann Mann.

Baca Juga:  Foto Satelit: Desa-Desa Muslim Rohingya Dihancurkan Militer Myanmar

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan