250 Pesawat F-16 Turki Tidak Memiliki Rudal Udara ke Udara Modern, Akan Mudah Dijatuhkan Musuh

Angkatan Udara Turki telah lama menjadi salah satu armada tempur terbesar di NATO, dengan kekuatan yang seluruhnya terdiri dari pesawat buatan AS dengan sepuluh skuadron F-16C/D Fighting Falcons.

Turki diperkirakan punya 250 unit F-16 yang aktif dalam pelayanan, sebagian besar dari mereka lisensi yang dibangun di negara itu sendiri. Kekuatan itu dilengkapi dengan skuadron pelatihan pejuang F-5A/B Freedom dan unit garis depan tunggal 19 F-4E Phantom dimodernisasi di Israel untuk misi serangan darat.

Tapi masalahnya, meskipun Angkatan Udara Turki memiliki armada tempur yang besar, namun senjata rudal udara ke udaranya telah dianggap usang. Masih mengandalkan teknologi tahun tahun 1990-an yaitu rudal AIM-120B. Rudal ini memberikan panduan radar aktif dengan jangkauan hanya 70 km. Kalah jauh dengan rudal AIM120C yang mencapai 150KM.

Namun demikian, ketergantungan pada AIM-120B telah membuat Angkatan Udara Turki menjadi usang jika terpaksa menghadapi ancaman dari sebagian besar musuh potensial.

Ambil contoh, Angkatan Udara Arab Suriah, yang sering diserang pasukan Turki di wilayah udaranya sendiri, telah mulai pada tahun 2020 menurunkan pesawat tempur MiG-29SMT dengan rudal udara ke udara R-77-1 dngan jangkuan 110KM, yang memberikan kemampuan yang jauh lebih unggul daripada rudal AIM-120B. MiG-29 Suriah yang lebih tua juga telah dimodernisasi dengan R-77 dan sistem peperangan elektronik dari Belarusia yang tidak dapat diatasi dengan tindakan balasan AIM-120B.

Baca Juga:  Amerika Ungkap Rencana China Bangun Pangkalan Militer Di Indonesia

Tetangga timur Turki, Armenia (yang juga musuh bebuyutanya), yang mengandalkan pesawat tempur Su-30SM multirole, juga sudah mengandalkan rudal R-77 dan berpotensi menyebarkan R-37M dengan platform yang masih belum diketahui. Jelas rudal AIM-120B bukan tandingan keduanya.

Rudal AIM-120C milik Israel, Saudi dan Yordania tentu lebih baik, R-77-1 Mesir pada MiG-29M, dan kompatibilitas R-37M untuk jet Rusia yang telah ditempatkan semakin dekat dengan perbatasan Turki dari pangkalan di Suriah, akan menjadi ancaman bagi armada F-16 Turki yang dipersenjatai dengan rudal usang AIM-120B.

Turki secara khusus berusaha untuk mengembangkan rudal buatan dalam negeri yang setara dengan AIM-120C, meskipun sumber daya teknologinya yang terbatas. Upaya negara itu untuk membeli pesawat tempur F-16 Block 70 dari Amerika Serikat, yang dilengkapi dengan radar AN/AGP-83, berpotensi membuka jalan bagi akuisisi rudal yang lebih modern baik untuk unit yang baru diakuisisi maupun untuk armada yang ada. .

1 Trackback / Pingback

  1. Selangkah Lagi Yunani Beli F-35, Turki Cemas! – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan