3 Provinsi Ukraina Diklaim Gabung Rusia Melalui Referendum

Pada 30 September, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian untuk menerima bergabungnya dengan Rusia dengan tiga kepala negara merdeka Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, bekas wilayah Kherson dan Zaporozhie, yang sebelumnya adalah provinsi dari Ukraina.

Upacara berlangsung di St. George Hall Kremlin. Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala DPR Denis Pushilin, Kepala LPR Leonid Pasechnik, Kepala Administrasi Negara Daerah Zaporozhye Yevgeny Balitsky dan Kepala Administrasi Negara Daerah Kherson Vladimir Saldo.

Vladimir Putin telah memberikan peringatan kepada Ukraina setelah acara tersebut:

“Masyarakat di empat wilayah menjadi warga negara kita selamanya. Kami menyerukan kepada rezim Kiev untuk segera menghentikan tembakan, mengakhiri semua permusuhan, kembali ke meja perundingan, kami siap untuk ini. Tapi kita tidak akan membahas pilihan orang di Donetsk, Lugansk, Zaporozhye dan Kherson. Pilihan mereka telah dibuat, dan Rusia tidak akan mengkhianatinya,” kata Putin.

Pada 23-27 September, referendum digelar di empat wilayah. Sebagai hasil pemungutan suara, orang-orang mengatakan ‘ya’ untuk menjadi bagian dari Federasi Rusia. Setelah referendum, kepala wilayah ini mengajukan hasil ini ke Putin dengan permintaan untuk dimasukkan ke Rusia. Pada 30 September, mereka tiba di Moskow untuk menandatangani dokumen.

Baca Juga:  Berikan Amnesti, Taliban Janji Tidak Ada Balas Dendam