450 Personel Banteng Raiders Berangkat Jadi Satgas Pamtas Penyangga di Papua

Personel Yonif Raider 400/Banteng Raiders (BR) mengemban amanat untuk menjadi Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Papua. Sebanyak 450 personel tersebut akan bertugas sebagai personel Penyangga (Mobile) dalam tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Darat RI-PNG di wilayah Papua.Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, memimpin langsung jalannya upacara pemberangkatan Satgas Pantas tersebut di Pelabuhan Tanjung Emas. Dalam sambutannya, Jenderal Bintang Dua tersebut menyampaikan bahwa selama penugasan, para prajurit dituntut untuk dapat mempertanggung jawabkan kehormatan dan kepercayaan itu dengan baik. Melalui pelaksanaan tugas secara optimal. Tugas menegakkan kedaulatan negara Republik Indonesia ini, merupakan tugas mulia yang dipercayakan Pimpinan TNI dan negara kepada para prajurit Yonif Raider 400/BR.”Hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu, para prajurit bisa memahami situasi dan kondisi wilayah perbatasan Papua. Para unsur Komandan bertanggung jawab atas kesuksesan dan keselamatan seluruh anak buah, serta membantu meningkatkan taraf hidup di wilayah perbatasan. Bawa kembali anggotamu ke home base dalam keadaan aman, sehat, selamat dan berhasil, dalam menjalankan tugas mulia ini,” tegas Pangdam, Senin (24/8).Ditambahkannya, para prajurit di manapun berada harus wajib berupaya menanamkan kepada masyarakat di daerah penugasan, tentang pentingnya wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan semangat bela negara. Selain itu, para prajurit dituntut untuk memberdayakan diri berpartisipasi dalam memajukan kesejahteraan daerahnya.”Perlu saya ingatkan, dalam penugasan nanti kalian agar mempedomani beberapa hal pokok. Memelihara keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, profesionalisme, disiplin, soliditas, loyalitas dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut, merupakan pencerminan dari Identitas Prajurit Diponegoro,” pungkas Pangdam.Sementara itu, Komandan Yonif (Danyon) Raider 400/BR, Mayor Inf Andreas Yudhi Wibowo, mengungkapkan, personelnya mendapatkan tugas Pamtas Mobile sehingga harus senantiasa bergerak di wilayah Papua. Dirinya berjanji untuk memimpin 450 prajuritnya, agar berangkat dan pulang dalam kondisi utuh. Tugas tersebut akan berlangsung selama sembilan bulan.“Implementasinya, kami harus menjalankan segala sesuatunya sesuai tugas yang diemban. Berdasarkan atas taktik dan strategi yang telah diajarkan. Kami juga harus membatasi pergerakan dan melaksanakan Protap Kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19,” ujar dia.Menurut Danyon Raider 400/BR, pihaknya telah dibekali peralatan kesehatan seperti hand sanitizer, masker, dan obat-obatan pendukung selama menjalankan tugas. Selain itu, seluruh prajurit yang diberangkatkan juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan non reaktif, sebelum diizinkan naik ke kapal. Pada kesempatan tersebut, 450 personel menaiki KRI Tanjung Kambani-971 dari Pelabuhan Tanjung Emas.”Kami menjalani tes rapid sebanyak dua kali dan dinyatakan sehat, sebelum diizinkan untuk berangkat. Hal yang termasuk diwaspadai yaitu adanya perbedaan kondisi geografis dan cuaca antara Semarang dengan Papua. Di sana, kondisi cuacanya lebih dingin dibandingkan di sini. Namun para prajurit telah mencoba beradaptasi dengan menjalani latihan di Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang. Untuk itu, kami telah siap,” papar dia.Sumber : suaramerdeka.com

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan