92 Tentara Chad, Tewas Diserang Boko Haram di Nigeria

Setidaknya 92 tentara Chad terbunuh dalam serangan paling mematikan yang pernah dilakukan oleh Boko Haram, kata Presiden Nigeria Idriss Deby pada 24 Maret.

“Kami kehilangan 92 prajurit kami, perwira dan perwira yang tidak ditugaskan,” kata presiden tentang serangan itu pada hari Minggu di Boma.

“Ini pertama kalinya kami kehilangan begitu banyak orang,” tambahnya, setelah mengunjungi lokasi kejadian di provinsi Lac, yang berbatasan dengan Niger dan Nigeria.

Serangan terhadap tentara di semenanjung Boma berlangsung setidaknya tujuh jam dan bala bantuan yang dikirim untuk membantu juga dipukul, seorang tentara mengatakan kepada kantor berita AFP.

Menurut dia, 24 kendaraan militer hancur, termasuk kendaraan lapis baja dan Boko Haram membawa senjata yang dicuri dari militer dengan speedboat.

“Musuh telah menyerang pertahanan kami dengan keras di zona ini,” kata seorang perwira senior.

Serangan itu merupakan bagian dari kampanye bersenjata yang meluas di wilayah Danau Chad yang luas dan berawa, di mana perbatasan Kamerun, Chad, Niger, dan Nigeria bertemu.

Secara terpisah, militer Nigeria melaporkan bahwa sejumlah tentara Nigeria juga terbunuh di negara bagian timur laut Borno dekat perbatasan dengan Chad.

Setidaknya 50 tentara tewas dalam serangan oleh Boko Haram.

“Militer Nigeria menderita beberapa korban dalam serangan yang tidak menguntungkan itu,” kata juru bicara kementerian pertahanan John Enenche kepada wartawan di ibukota, Abuja.

Baca Juga:  Nyusul Rusia, Amerika Buka Bengkel Alutsista di Thailand

Penyergapan itu terjadi di dekat kota Goneri di Negara Bagian Borno timur pada 23 Maret, menurut Enenche.

“Tentara mengatakan situasinya telah mereda,” Ahmed Idris dari Al Jazeera melaporkan dari Abuja.

“Setelah serangan mereka memanggil angkatan udara dan menggerebek posisi para pejuang dan berhasil membunuh mereka semua – meskipun militer di sini tidak memberikan jumlah sebenarnya dari para pejuang Boko Haram yang terbunuh.”

Serangan itu, salah satu yang paling mematikan terhadap pasukan baru-baru ini, terjadi ketika militer mencoba melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata yang dimulai pada 21-23 Maret, seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya dengan pengetahuan tentang operasi tersebut mengatakan kepada The Associated Press.

Pejuang Boko Haram menimbulkan banyak korban dengan menembaki kendaraan dengan granat berpeluncur roket dan senjata serang, katanya. Mereka yang selamat dirawat di rumah sakit di Damaturu dan Maiduguri.

Menurut media Turki Anadolu Agency, pasukan militer Nigeria telah menewaskan sekitar 200 militan Boko Haram selama operasi pembersihan dan konsolidasi di wilayah timur laut yang bergejolak.

Dalam sebuah pernyataan, Mayor Jenderal John Enenche, koordinator di Direktorat Operasi Media Pertahanan Nigeria, mengatakan pasukan juga menderita beberapa korban dalam pembalasan selama operasi yang sukses terhadap gerilyawan di Alagarno, sebuah kantong Boko Haram di negara bagian Borno, yang dilakukan pada 21-23 Maret.

Baca Juga:  Tentara Amerika Rekam Markas ISIS Dibombardir UFO

Kekalahan Boko Haram diumumkan oleh Nigeria pada Agustus 2019, dan sangat jelas bahwa kelompok teror itu hidup lagi dan siap balas dendam.

1 Trackback / Pingback

  1. Serangan Balasan, Chad Buru Anggota Boko Haram – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan