Akankah Kapal Scorpene Jadi Pilihan Pengganti Kapal Chang Bogo?

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait pembatalan order Kapal Selam Chang Bogo dari Korea Selatan Batch 2. Namun berita itu sudah disambut bahagia para pemerhati militer di Indonesia.

Dalam lawatanya ke Eropa, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah meninjau langsung tiga kapal selam dari tiga negara, Yaitu Scorpene buatan Perancis dan Kilo dari Rusia. Seberapa bagus sih kapal selam Scorpene dari Perancis?

Kapal selam Scorpene itu mirip dengan Chang Bogo yaitu kapal selam kelas diesel electric attack yang dilengkapi dengan propulsi diesel dan propulsi udara-independen tambahan (AIP).

Chang Bogo punya bobot total mencapai 1400ton. Sedangkan Scorpene tipe paling kecil (CM-2000) 1600ton dan yang paling besar (SB-R) 2000ton.

Mengutip Military Today, kapal selam Scorpone buatan perusahaan DCNS dikembangkan berdasarkan kapal selam tenaga nuklir kelas Amethyste punya Angkatan Laut (AL) Perancis.

Kapal selam Scrorpene juga mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju 20 knots (37 kilometer/jam) di dalam air dan 12 knots (22 kilometer/jam) di permukaan.

Scorpene memang dibangun secara khusus untuk ekspor dan menggunakan sistem tempur Submarine Tantical Integrated Combat System (SUBTICS) yang juga diterapkan pada kapal selam nuklir AL Prancis.

Scorpene sendiri terdiri dari empat varian yakni CM-2000 (61,7 meter) AM-2000 (70 meter), CA-2000, dan S-BR (75 meter). CM-2000 sendiri merupakan kapal selam diesel listrik konvensional.

Baca Juga:  Medium Tank Hasil Kerja Sama Indonesia - Turki akan Ikut Parade HUT TNI 5 Oktober

Sementara AM-2000 sudah menggunakan Air Independent Propulsion (AIP) yang membuatnya lebih tahan lama menyelam. dan versi modifikasi dari sistem porpulsi nuklir Prancis dengan menggunakan campuran ethanol dan oksigen cair berbahan radioaktif.

Sementara itu, CA-2000 lebih kecil ukurannya karena memang difungsikan untuk menjaga pantai. Terakhir, Prancis membangun Scorpene 1000 (50 meter) atau juga dikenal dengan Mini Scorpene tersebut.

Mengutip Naval Technology, Scorpene CA-2000 menggunakan uap bahan bakar untuk menggerakkan turbin dan hasilkan listrik. Dengan begitu, kapal selam dapat menyelam selama tiga minggu.

Tak sampai di situ, kapal selam Scorpene punya teknologi senyap yang tinggi sehingga membuatnya sulit diketahui lawan. Scorpene diklaim memiliki teknologi radar yang bisa mendeteksi jarak jauh dengan kekuatan menyerang yang juga tak bisa diremehkan.

Scorpene punya enam tabung peluncur torpedo 533 mm yang bisa meluncurkan torpedoa kelas berat Black Shark atau rudal anti kapal Exocet SM.39.

Adapun negara-negara yang membeli kapal selam Scorpene adalah Chili (2), Spanyol (1), Malaysia (2), India (6), dan Brazil (6).

Sebelum Prabowo, isu Indonesia akan membeli kapal selam buatan Prancis Scorpene juga sudah muncul pada tahun 2016 saat Kementerian Pertahanan masih dipimpin Ryamizard Ryacudu. Saat itu Prancis merayu Indonesia untuk membelli Scorpone 1000.