Alat Komunikasi Tank Boat Antasena Ternyata Buatan Dalam Negeri

Program Tank Boat Antasena merupakan kegiatan tahun jamak Konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Lundin Industry Invest dan PT Hariff DTE dengan PT Pindad sebagai lead integrator. Tank boat ini merupakan bagian dari program pemenuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kementerian Pertahanan RI untuk selanjutnya digunakan TNI AL.

Kapal yang sudah diincar untuk dibeli banyak negara ini kini tengah masuk serangkaian pengujian untuk melihat kemampuan dan kelayakan tank boat. Kabar terakhir, tank boat ini sudah sampai pada pengujian senjata dan jelajah laut dari dermaga Banyuwangi ke perairan Paiton pada Sabtu, 22 Mei 2021. Total jarak tempuh yang dilalui kegiatan tersebut adalah 170 Nautical mile.

LenHDR100-V adalah jenis radio HF untuk sarana komunikasi voice jarak jauh dengan kendaraan tempur lain. Sedangkan LenMDR50-V adalah radio V/UHF untuk komunikasi data taktis dengan kendaraan tempur lain.

Hernawan Kurniansyah, Ketua Tim Alat Komunikasi (Alkom) Antasena PT Len Industri menambahkan, “Bahkan hari ini kita melakukan pengujian internal radio LenHDR100-V dari Banyuwangi ke Bandung berjalan dengan baik. Radio HF biasanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca bagus jangkauannya bisa ratusan kilometer.”

Radio tersebut di atas memiliki keamanan voice dan komunikasi data, karena radio telah dilengkapi fitur keamanan anti jamming dan anti intersep berupa pengamanan enkripsi dan frekuensi hopping.

Baca Juga:  Pesawat R80 Akan Dirakit di Komplek Bandara Kertajati Jawa Barat

Pengujian Antasena antara lain berupa uji internal tank boat dan kesisteman di dalamnya di galangan (dock trial), pengujian dalam keadaan tank boat statis atau bersandar di dermaga (HAT – Harbor Acceptance Test), serta pengujian dalam keadaan tank boat berlayar di laut (SAT – Sea Acceptance Test).

Uji coba Tank Boat Antasena Sabtu lalu disaksikan langsung oleh Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dirtekindhan Ditjen Pothan, Laksma TNI Sri Yanto, Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose dan Direktur Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero), Linus Andor Mulana Sijabat.

Sangat Ideal dengan Geografis Indonesia

Tank kapal Antasena diklaim menjadi yang pertama di dunia, karena Antasena lebih difungsikan untuk operasi di rawa, laut, sungai, pantai (Ralasuntai) serta tugas penjagaan laut dan pantai (Sea and Coast Guard) untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan wilayah perairan NKRI.

Antasena memiliki panjang 18 m dan dapat beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Fungsi ini dinilai sangat cocok dengan geografis Indonesia yang didominasi perairan.

Antasena juga dilengkapi dengan senjata utama RCWS kanon kaliber 30 mm dan 2 senapan mesin 12,7 mm. Keunggulan lainnya dapat mengangkut 60 orang personil dan 5 orang kru, memiliki kecepatan maksimum 40 knot serta daya jelajah hingga 600 Nm.

Tank boat Antasena terbuat dari komposit dengan platform kapal katamaran (double hull), atau dua badan kembar yang sejajar. Dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat berkecepatan maksimum 40 knots ini juga diklaim yang tercepat.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan