Amerika Hibahkan Drone ScanEagle ke Negara ASEAN, Indonesia Dapat 8 unit

Amerika Serikat (AS) menghibahkan 34 unit pesawat nirawak atau drone ScanEagle untuk negara di kawasan Asia Tenggara. Hibah tersebut merupakan bagian dari program MSI (Maritim Security Initiative), yang mendapatkan adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Indonesia dan Filipina dapat jatah 8 unit, Vietnam 6 unit dan Malaysia yang terbanyak, 12 unit.

Walau hibah tapi ya tetap bayar bro.
Indonesia membayar senilai 9.197.672 juta dolar AS, sedikit lebih murah dibanding Filipina yang menebus 9.633.655 juta dolar.

Sementara Malaysia menjadi yang termahal, mencapai 19.329.334 juta dolar atau lebih dari dua kali nilai kontrak Indonesia dan Filipina, padahal unit yang dibeli tak sampai dua kalinya.

ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.

Menurut laman Boeing, drone ScanEagle dapat beroperasi di atas 15.000 kaki (4.572 m) dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone dengan bobot maksimum tempat pilot diizinkan untuk lepas landas atau maximum takeoff weight (MTOW) 22 kg ini, digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.


Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m. ScanEagle sanggup berada di udara dengan lama terbang (endurance) lebih dari 24 jam.

Baca Juga:  Panglima TNI Siap Tindak Tegas Anggotanya Yang Bekingi Ormas

Untuk menerbangkannya, pilot drone harus menggunakan sistem rel peluncur, karena tidak dilengkapi sistem roda dan payung pendarat. ScanEagle mendarat dengan menggunakan metode kabel penangkap (SkyHook) yang mengait bagian ujung sayap (winglet).


Bantuan drone tersebut akan meningkatkan kemampuan keempat negara untuk melindungi wilayah maritim dan sumber daya ekonominya. ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian).

Di kawasan Asia Tenggara-Pasifik, drone ScanEagle sudah digunakan oleh Angkatan Laut Singapura. Pengguna lainnya adalah AL dan Angkatan Darat Australia. Bahkan, ScanEagle milik Militer Australia telah teruji perang (battle proven) di Irak.

Sumber: tempo.co

3 Komentar

    • tau, ngasih pasti ada embel2ny hrs keluar duit slalu kentang klo mau ngasih hibah. permainan produsen dr AS jg nie, mau buang syng biar ga rugi dihibahin tp suruh bayar.

Tinggalkan Balasan