Amerika Mulai Uji Coba Multi-Mode Seeker untuk Rudal PRSM

Pada tanggal 2-3 Juni 2020, tim riset US Army telah melaksanakan uji coba advanced muti-mode seeker untuk PrSM (Precision Strike Missile) di lingkungan terbuka.

Dalam uji coba yang bertempat di Redstone Arsenal, Alabama, seeker dioperasikan dengan kapasitas 50% untuk melacak gelombang radio dari sasaran bergerak. Seeker diletakkan dalam pod yang kemudian dibawa pesawat, lalu pesawat diterbangkan di atas testing range.

Multi-mode seeker ini dikembangkan dari program Land-Based Anti-Ship Missile tahun 2015. Awalnya seeker dikembangkan agar US Army bisa menarget kapal lawan dengan tembakan presisi jarak jauh. Akan tetapi seeker ini bisa dipergunakan bukan hanya untuk mencari sinyal radio dari kapal bergerak, melainkan sasaran darat seperti kendaraan komunikasi serta radar sistem pertahanan udara. Dengan adanya seeker ini, PrSM spiral 1 akan memiliki kemampuan untuk menghajar sasaran di laut maupun di udara. Dari keterangan yang diberikan US Army, dapat disimpulkan bahwa salah satu mode dari multi-mode seeker tersebut adalah passive anti-radiation yang mengincar sinyal dari perangkat pemancar.

Miniaturisasi on-board processing merupakan kunci yang menghasilkan processing unit yang lebih kuat, sehingga beberapa jenis seeker dapat bekerja bersama. Selanjutnya, multi-mode seeker ini akan diujicoba dengan kapasitas 100% di lingkungan yang lebih menantang. Lokasi uji coba akan dipindah ke White Sands Missile Range, New Mexico pada musim gugur tahun ini.

Baca Juga:  Badan Nuklir PBB Tolak Permintaan Amerika Serikat Periksa Iran

Mitra industri dalam uji coba ini adalah Lockheed Martin. Brig. Gen. John Rafferty selaku direktur Long-Range Precision Fires Cross-Functional Team dari US Army memberikan pujian kepada Lockheed Martin atas suksesnya uji coba yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Lockheed Martin menerapkan tindakan keamanan yang ketat dan tetap berhasil menyelesaikan uji coba sesuai jadwal.

Program PrSM ditujukan untuk mencari pengganti misil taktis yang digunakan US Army, yaitu MGM-140 ATACMS. Pada awalnya, PrSM memiliki ketentuan jarak jangkau maksimum hingga 499 km karena adanya limitasi dari perjanjian INF. Perjanjian INF melarang adanya misil ground-launched dengan jarak antara 500 hingga 5,500 km, namun dengan keluarnya US dari perjanjian tersebut di bulan Agustus 2019, kriteria jarak dalam desain PrSM akan ditambah. Ada dua perusahaan yang bersaing dalam program ini, yaitu Lockheed Martin dan Raytheon. US Army sendiri berharap bahwa fielding PrSM dapat dilakukan mulai tahun 2023, sedangkan misil spiral 1 akan diintegrasikan pada tahun 2025.

Sumber: Army.mil/Lighting Ii Chan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan