Amerika Rilis Rendering dan Fact Sheet Pesawat Siluman Terbaru B-21 Rider

Pada tanggal 6 Juli 2021, AU Amerika (USAF) telah merilis rendering pesawat bomber siluman terbarunya yang saat ini sedang berada dalam tahap pengembangan, yaitu B-21 Raider. Rendering terbaru ini memperlihatkan Raider terbang di atas lokasi pengujian yang direncanakan pasca penerbangan perdananya, yaitu Edwards AFB (California).

Salah satu detil baru yang bisa diamati dalam rendering ketiga adalah bentuk windscreen Raider, dengan dua windscreen terpisah di bagian paling depan dan sebuah ‘jendela’ miring yang terlihat di bagian kiri. Kemungkinan bentuk ini simetris dan terdapat jendela miring kedua di bagian kanan pesawat. Dua rendering sebelumnya hanya memperlihatkan sepasang windscreen, sedangkan dengan empat windscreen desain Raider sekarang lebih mirip dengan desain B-2 Spirit.

Belum diketahui persis alasan penggunaan desain windscreen tersebut, akan tetapi ‘jendela’ miring nampak menyulitkan pilot untuk melihat ke atas serta berada di bawah garis mata pilot. Belum diketahui persis pula alasan mengapa desain ini digunakan ketimbang desain dua windscreen yang berada di rendering sebelumnya.

Bagian bawah Raider dalam rendering baru ini agaknya terlihat lebih menonjol, namun hal ini bisa diantisipasi karena Raider menggunakan single weapons bay dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan B-2 Spirit. Selebihnya belum ada detil yang benar-benar baru dari rendering ketiga ini.

Fact sheet yang dirilis USAF bersamaan dengan rendering ketiga tersebut menyebutkan bahwa misi B-21 Raider adalah sebagai penetrating strike stealth bomber dengan kapabilitas “dual capable”, yang artinya Raider akan mampu meluncurkan munisi konvensional dan munisi nuklir. B-21 Raider akan menjadi tulang punggung dari kekuatan bomber USAF di masa depan yang terdiri atas B-21 dan B-52. Raider didesain untuk beroperasi di lingkungan ancaman tinggi dan akan memainkan peran besar dalam menjamin kapabilitas kekuatan udara US.

Baca Juga:  Rayu Mesir, Turki Siap Mundur Dari Libya dan Menangkap Aktivis Ikhwanul Muslimin

B-21 Raider akan menjadi salah satu komponen dari famili sistem Long Range Strike, yang juga akan terdiri atas ISR (Intelligence, Surveillance and Reconnaissance), serang elektronik, komunikasi, serta kapabilitas lainnya. B-21 Raider akan dirancang untuk mengakomodasi operasi berawak maupun tanpa awak. Pesawat ini juga akan mampu mempergunakan beragam munisi standoff dan direct attack. B-21 dirancang dengan open systems architecture untuk mengurangi resiko integrasi dan memungkinkan modernisasi di masa depan, sehingga tetap bisa berevolusi meski lingkungan ancaman berubah.

Fact sheet tersebut menjabarkan pula mengenai karakteristik umum B-21 Raider, dengan inventori yang dicantumkan sebesar minimum 100 pesawat. Lead command atas pesawat tersebut akan dipegang oleh Air Force Global Strike Command. Unit procurement cost rata-rata pesawat ini dijabarkan akan berada di angka $550 juta (base year 2010 dollar) /$639 juta (base year 2019 dollar). B-21 Raider diharapkan akan operasional di pertengahan dekade 2020.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan