Amerika Siapkan F-35 Untuk Bisa Lolos Dari Rudal S-400 Rusia

Media Nationalinterest (24/1) melaporkan bahwa pesawat F-35 akan dibekali teknologi yang bisa mengatasi ancaman rudal S-400 Rusia. Sistem senjata pemburu pesawat tempur tersebut mang menakutkan dan memang didesain untuk memburu pesawat generasi 5G.

Teknologi itu terus direst dan dikembangkan oleh AU Amerika Serikat dan markas Pentagon, diharapkan prototipe nya siap diuji akhir tahun ini.

Selain kelengkapan teknologi untuk menghadapi S-400, Pesawat F-35 sendiri juga selama ini telah disimulasikan berkali-kali di medan pengujian AU AS dan juga menggunakan simulasi komputer untuk melatih misi tempur yang melalui skenario pertahanan udara lawan buatan Blok Timur yang sangat kuat. Ini adalah cara untuk mempersiapkan F-35 menghadapi ancaman musuh sampai tahun 2020 dan selanjutnya.

AU AS mengatakan bahwa tidak perlu ada kekuatiran besar menghadapi sistem terbaik dari Rusia. Ketika F-35 dikonsepkan pada tahun 2001, AU AS memikirkan ancaman terbesar dari rudal seperti SA-10 Grumble atau SA-20 Gargoyle, alias S-300 dan S-300 PMU-1/2. Kalau kemudian ancaman meningkat jadi S-400, ya tinggal melengkapi datanya saja.

Namun begitu, seperti diakui Mantan Direktur Program Integrasi F-35 Mayjend Jeffrey Harrigian, sistem rudal Rusia yang saat ini sudah menggunakan sistem digital membuatnya sulit ditiru kemampuannya karena bisa berganti frekuensi radar dengan cepat dan mudah dipindahkan pula. Belum lagi kalau sistem pertahanan udaranya dibuat berlapis dan dalam satu jaringan sehingga bisa menembak susul-menyusul.

Baca Juga:  SAAB Swedia Serahkan Pesawat Global Eye Pertama Untuk UEA

Pertanyaannya kemudian, sebaik apa AU AS bisa menyimulasikan ancaman, mengingat saat ini AS memiliki akses yang sangat terbatas pada sistem artileri anti serangan udara terbaru Rusia seperti S-400 dan S-500. Serta seberapa cepat F-35 bisa dikonfigurasi untuk melawan ancaman baru?

F-35 sendiri mengalami masalah integrasi antara pesawat yang sudah dinas aktif dengan yang baru keluar dari lini pabrik, mengingat perangkat lunaknya sendiri terkenal tertinggal dalam jadwal pengembangan dan penuh dengan bug yang mengganggu? (Aryo Nugroho/UC News)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan