Antisipasi Perang di LCS, Australia Tingkatkan Anggaran Pertahanan

Dilansir oleh abc.net.au(30/6/2020) PM Scott Morison telah meluncurkan paket pertahanan yang lebih agresif yang bertujuan untuk melawan China di Laut China Selatan. Dalam paket pertahanan tersebut PM Scott Morison mengumumkann komitmen anggaran pertahanan sebesar 270 Miliar USD selama 10 tahun untuk mendukung kemampuan pertahanan Australia termasuk senjata serang yang lebih kuat, pertahanan dari serangan siber serta sistem pengawasan bawah air berteknologi tinggi.

Dalam pidatonya di Australian Academy Defence Force, Scott Morison menyatakan bahwa Kawasan Indo-Pasifik adalah pusat dari persaingan strategis antara Cina dan AAS, di lokasi ini akan banyak ketegangan maritim terutama masalah perbatasan dan banyak risiko kesalahan perhitungan lainnya yang membuat potensi konflik terbuka semakin meningkat.

‘terhadap potensi konflik di Kawasan Indo Pasifik (Laut China Selatan) kita harus siap melindungi tempat kita hidup sebaik mungkin dan bersiap untuk memainkan perang kita melindungi dan membela Australia” Pungkas Scott Morison.

Dengan anggaran yang lebih besar diperkirakan selama empat tahun mendatang Australian Defence Force (ADF) akan menambah personel sekitar 800 orang yang terdiri 650 personel tambahan untuk Angkatan Laut, 100 orang untuk Angkatan Udara dan 50 orang untuk Angkatan Darat.

Sementara itu dalam hal modernisasi sistem persenjataan, Australia dalam dokumen Strategi Pertahanan tahun 2020 menyatakan bahwa Pemerintah akan membeli rudal anti kapal jarak jauh/Long Range Anti Ship Missile (LRASM) 158 dari Raytheon, Amerika Serikat dengan biaya 800 juta USD.

Baca Juga:  Pakistan Terima Helikopter Serbu Mi-35M dari Rusia

Rudal anti kapal yang dapat dibawa oleh jet tempur F/A 18E/F Super Hornet ini memiliki jangkauan lebih dari 370 Km. pembelian rudal jarak jauh ini merupakan lompatan teknologi bagi Angkatan Udara Australia yang juga telah mengoperasikan rudal anti kapal AGM 84 Harpoon dari awal tahun 1980an, rudal harpoon sendiri mempunyai jarak jangkau 124 Km.

Selain rudal anti kapal baru Australia juga akan menginvestasikan anggaran hingga 9,3 Miliar USD untuk pengembangan dan penelitian senjata anti kapal jarak jauh dengan kecepatan hipersonik. Selain itu Angkatan Laut juga telah berinvestasi sebesar 7 Miliar USD untuk membangun kapal selam Kelas Attack dan kapal frigate Kelas Hunter .

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan