Arab Saudi Kobarkan Perang Minyak Dunia Habis-habisan, Siap Kalahkan Rusia dan Iran

Arab Saudi meluncurkan perang minyak habis-habisan dengan menawarkan diskon harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membanjiri pasar dalam upaya untuk mengalahkan produsen minyak lainnya. Rusia, Iran dan Qatar tiga negara yang dimusuhinya.

Pendekatan bumi hangus ini menyebabkan penurunan harga minyak terbesar sejak perang di Teluk Persia pada 1991. Pada 9 Maret, minyak mentah Brent anjlok lebih dari 28,5% menjadi $ 32 per barel, sementara WTI turun 31,5% menjadi $28,27 per barel.

Langkah Saudi ini bisa memicu global karena dunia sekarang sedang mengalami Krisis ekonomi karena kepanikan virus corona.

Perang minyak ini dimulai pada hari Sabtu, 8 Maret, ketika Riyadh memangkas minyak untuk pengiriman bulan April ke Asia sebesar $4- $6 per barel dan ke AS sebesar $7 per barel. Kerajaan memperluas diskon untuk minyak mentah Arab Light andalannya ke pabrik penyulingan di barat laut Eropa dengan $8 per barel menawarkannya pada $10,25 per barel di bawah patokan Brent.

Sebagai perbandingan, minyak mentah Ural Rusia diperdagangkan dengan $30 per barel. Tindakan ini menjadi serangan terhadap kemampuan Rusia untuk menjual minyak mentah di Eropa. Rubel Rusia langsung anjlok hampir 10% jatuh ke level terendah dalam lebih dari empat tahun.

Sisi lain yang menderita dari tindakan Saudi adalah Iran. Negara Islam Syiah itu menghadapi tekanan sanksi AS yang kuat dan sering terpaksa menjual minyaknya dengan harga diskon yang murah ke China.

Baca Juga:  Raja Thailand Bhumibol Adulyadev Wafat

Arab Saudi berencana untuk meningkatkan produksinya di atas 10 juta barel per hari. Saat ini, pompa 9,7 juta barel per hari, tetapi memiliki kapasitas untuk meningkatkan hingga 12,5 juta barel per hari. Menurut OPEC dan sumber-sumber Saudi dari The Wall Street Journal, tindakan Riyadh adalah bagian dari “kampanye agresif” melawan Moskow.

Dalih resmi kampanye ini menjadi ketidakmampuan OPEC + (pertemuan perwakilan negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan negara-negara non-OPEC) untuk memperpanjang perjanjian produksi.

Nah, minyak dunia yang sudah murah meriah begini, kira-kira harga BBM di Indonesia bisa turun gak ya? jadi murah gitu…