Arab Saudi Mulai Menyerah Mendanai Pemberontak Di Suriah, Siap Berdamai Dengan Bashar Assad

Kepala intelijen Arab Saudi dilaporkan telah mengadakan pertemuan terobosan dengan pejabat dari Suriah di ibu kota Suriah, Damaskus, dikutip dari The Guardian pada 4 Mei.

Sejarah hubungan yang tidak bersahabat antara Arab Saudi dan Suriah menjadikan pertemuan ini menjadi penting dan bersejarah. Delegasi Saudi yang hadir dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Jenderal Khalid Humaidan, Kepala Direktorat Intelijen Umum. Pihak Suriah diwakili oleh Jenderal Ali Mamlouk, kepala Biro Keamanan Nasional.

Kerajaan Arab Saudi adalah salah satu negara Arab pertama yang memutuskan hubungannya dengan Damaskus dan menyuarakan dukungannya untuk pemberontak di tahun 2011. Riyadh juga memainkan peran kunci dalam mendanai dan mempersenjatai pemberontak di Suriah.

Pejabat di Riyadh mengatakan kepada Guardian bahwa Kerajaan Arab Saudi bisa memulihkan hubungannya dengan Damaskus tak lama setelah Idul Fitri tahun ini, 2021.

“Sudah direncanakan untuk sementara, tapi belum ada yang bergerak,” kata salah satu pejabat kepada harian Inggris itu. “Peristiwa telah bergeser secara regional dan pembicaraan ini akan menjadi pembuka jalan itu.”

Informasi The Guardian sejalan dengan laporan terbaru oleh Rai al-Youm, yang merupakan media pertama yang melaporkan pertemuan Saudi-Suriah di Damaskus.

Dalam laporannya, media berita yang berbasis di London melaporkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad menghadiri pertemuan terobosan itu di Damaskus. The Guardian juga mengklaim bahwa pertemuan yang lebih luas akan diadakan setelah Idul Fitri dan Arab Saudi berjanji akan mendukung kembalinya Suriah ke Liga Arab.

Baca Juga:  MIG-29 Rusia Jatuh Selepas Take Off dari Kapal Induk di Suriah

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemberitaan di media Arab dan internasional membicarakan tentang pemulihan hubungan antara Arab Saudi dan Suriah. Namun, laporan tersebut tidak terwujud.

Pemulihan hubungan dengan Arab Saudi akan menjadi kemenangan politik besar bagi Presidan Bashar Assad. Langkah tersebut juga dapat membantu meningkatkan ekonomi negara yang sedang berjuang keras di negara yang sedang dilanda perang itu.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan