AS Bangun Sistem Pertahanan Anti Drone dan Rudal Terbaru

Angkatan Darat AS (US Army) dilaporkan telah menyelesaikan kontrak senilai $ 247 juta dengan Dynetics milik Leidos guna membangun prototipe untuk sistemnya yang tahan lama untuk melawan ancaman drone dan rudal jelajah.

Dynetics akan mengirimkan 16 peluncur, 60 interceptors dan associated all-up-round magazines ke Angkatan Darat selama periode kinerja yang berakhir pada 31 Maret 2024, menurut para pempinan Angkatan Darat yang bertanggung jawab atas upaya tersebut.

Pada kuartal keempat tahun fiskal 2023, Dynetics akan menyediakan 12 peluncur untuk Angkatan Darat, kata Mayor Jenderal Robert Rasch, pejabat eksekutif program layanan untuk rudal dan ruang angkasa, kepada sejumlah wartawan dalam briefing 24 September.

Layanan ini ditujukan untuk Indirect Fires Protection Capability, atau IFPC, sistem protect critical fixed- or semi-fixed assets dan menjadi solusi yang lebih mobile daripada solusi yang cukup untuk basis operasi maju.

Kesepakatan itu terjadi setelah layanan itu mengadakan tembak-menembak yang mengadu Dynetics melawan tim Rafael dan Raytheon Technologies.

Raytheon dan Rafael yang berbasis di Israel menawarkan peluncur Iron Dome dan pencegat Tamir (dikenal sebagai SkyHunter di AS), sementara Dynetics yang berbasis di Huntsville menghadirkan Enduring Shield, yang menampilkan peluncur yang dikembangkan secara internal oleh Angkatan Darat, tetapi kemudian membatalkan Peluncur Multi-Misi bersama dengan pencegat Sidewinder AIM-9X yang diproduksi Raytheon.

Angkatan Darat awalnya berencana untuk mengembangkan dan menerjunkan peluncur multi-misinya sendiri sebagai bagian dari solusi yang bertahan lama, tetapi membatalkan program itu demi menemukan peluncur yang lebih matang secara teknologi.

Baca Juga:  Amerika Terbukti Sering Mempersenjatai Komplotan Teroris di Timur Tengah

Kedua tim sempat membawa kombinasi peluncur dan pencegat untuk menembak target representatif ancaman di White Sands Missile Range, New Mexico, awal tahun ini.

Angkatan Darat menggunakan Iron Dome sebagai kemampuan pertahanan rudal jelajah sementara karena bekerja untuk mengadopsi Indirect Fires Protection Capability, atau IFPC, sistem yang pada awalnya akan mampu melawan pesawat tak berawak dan ancaman rudal jelajah dan kemudian dapat mengeluarkan roket, artileri dan mortir.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan