AS Diusulkan Beli S-400 Milik Turki

Seorang senator Amerika Serikat mengusulkan agar AS membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang telah dibeli oleh Turki untuk meredam sanksi dan meredakan ketegangan antara kedua negara sekutu tersebut.

Pekan lalu, Senate Majority Whip John Thune yang mewakili South Dakota, mengusulkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act – NDAA) 2021 yang akan memungkinkan pembelian S-400 dilakukan menggunakan dana pengadaan rudal Angkatan Darat AS, Defense News melaporkan hari ini.

“Saya pikir, AS dengan membeli S-400 dari Turki adalah cara yang cerdas untuk mengeluarkan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan dari kebuntuan yang ia lakukan sendiri. Kami hanya ingin mengeluarkan sistem [rudal hanud tersebut] dari Turki … dan jika hal itu dapat memungkinkan Turki untuk [kembali] mengambil bagian dalam F-35 maka [hal itu] akan lebih baik,” kata Jim Townsend, mantan pejabat Pentagon untuk kebijakan Eropa dan NATO sebagaimana dikutip oleh laporan itu.

Ketegangan AS-Turki memuncak setelah Turki membeli sistem pertahaan udara S-400 dari Rusia senilai$ 2,5 miliar pada tahun 2017. Upaya Washington untuk membujuk Ankara untuk membatalkan pembelian sistem petahanan udara itu tidak berhasil. Segera setelah Rusia mulai mengirim sistem S-400 ke Turki pada Juli 2019, AS mengeluarkan Turki dari daftar mitra program F-35. Mereka juga menolak untuk menjual jet F-35 ke Turki.

Baca Juga:  Presiden Duterte Minta Indonesia 'Ledakkan' Bajak Laut di Perairan ASEAN

Selain itu, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Jim Risch telah memperkenalkan amandemen yang lebih keras, yang menampar Turki dengan sanksi berdasarkan CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act), 30 hari setelah NDAA mulai berlaku.

Meskipun Thune dan Risch keduanya merupakan senator yang berpengaruh, tidak ada jaminan bahwa amandemen mereka akan dipertimbangan untuk dimasukkan dalam NDAA atau, jika disahkan ke dalam RUU Senat, bahwa mereka harus bernegosiasi dengan parlemen, kata laporan itu.

Sumber : defenseworld.net

1 Komentar

  1. Bismillah daripada turki pusing mikirin rudal s.400 rusia hibahkan saja keindonesia,karena dengan indonesia bisa diadakan kerjasama pengembangan rudal s.400 dengan rusia jadi kerjasama 3 negara.apalagi ada tank kaplan hasil kerja sama indonesia turki…

Tinggalkan Balasan