AS Perpanjang Perjanjian START Nuklir Dengan Rusia 5 Tahun Lagi

Amerika Serikat (AS) melakukan perpanjangan Perjanjian Senjata Serangan Strategis (Strategic Offensive Arms Treaty/START) selama 5 tahun lagi ke depan dengan Rusia. Ini adalah perjanjian antara kedua negara untuk saling terbuka terhadap kemampuan nuklir kedua negara.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan bahwa perjanjian ini akan memberikan AS waktu dan ruang untuk diskusi yang lebih luas tentang masalah stabilitas strategis.

“Bahkan saat kami bekerja dengan Rusia untuk memajukan kepentingan AS, kami juga akan meminta pertanggungjawaban Rusia atas perilaku ceroboh dan permusuhannya pada kami,” kata Price.

Price juga mengatakan bahwa perpanjangan lima tahun memberi AS “waktu dan ruang untuk membicarakan elemen stabilitas strategis yang lebih luas” yang berasal dari perjanjian pengendalian senjata.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga berbicara tentang masalah tersebut:

“Presiden Biden berjanji untuk menjaga rakyat Amerika aman dari ancaman nuklir dengan memulihkan kepemimpinan AS dalam pengendalian senjata dan nonproliferasi,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken. “Hari ini, Amerika Serikat mengambil langkah pertama untuk mewujudkan janji itu ketika memperpanjang Perjanjian STARTyang Baru dengan Federasi Rusia selama lima tahun.”

“Perjanjian START yang Baru memungkinkan kami untuk memantau kepatuhan Rusia terhadap perjanjian dan memberi kami wawasan yang lebih luas tentang postur nuklir Rusia, termasuk melalui pertukaran data dan inspeksi di tempat yang memungkinkan para inspektur AS untuk mengawasi pasukan dan fasilitas nuklir Rusia,” kata Blinken.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan