AS Sebut Satelit Mata-mata Iran Cuma Webcam

Peluncuran satelit mata-mata Iran An-Noor di Semnan, Iran, April 22, 2020. WANA NEWS AGENCY/ REUTERS

Republik Islam Iran baru saja meluncurkan satelit militer mata-mata yang diberi nama Satelit Nour. Satelit itu diluncurkan ke orbit pada 22 April itu diklasifikasikan militer AS sebagai 3U Cubesat ukuran kecil dengan berat total kurang dari 1,3 kilogram.

Satelit ini dianggap remeh oleh Amerika Serikat (AS) negara musuhnya. “Iran menunjukkan kemampuan pencitraan, sebenarnya itu webcam yang jatuh di ruang angkasa, tidak mungkin menjadi mata-mata,” kata Jay Raymond, Kepala Pasukan Luar Angkasa Amerika Serikat, lewat Twitter-nya.

Namun kemampuan Iran meluncurkan satelit ke orbit ini menjadi perhatian serius Kementrian Pertahanan AS di Pentagon. Dengan bantuan satelit, kemampuan rudal jelajah Iran akan semakin presisi menghantam sasaran. Dan itu bisa menjadi ancaman lebih besar bagi kepentingan AS dan negara sekutu-nya di Timur Tengah.

Pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2015 terkait kegiatan rudal balistik berkemampuan nuklir.

Pompeo juga menyerukan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran yang akan berakhir pada Oktober mendatang.

Kemampuan Iran membuat roket yang bisa menerbangkan satelit hingga ke orbit, patut menjadi perhatian bagi negara-negara yang secara abadi menjadi musuhnya di kawasan Timur Tengah. Ini menunjukkan kemajuan teknologi roket Iran yang belum bisa dimiliki negara-negara kawasan tersebut kecuali Israel.

Baca Juga:  Proyek Kapal LCS Malaysia Tertunda, Pertimbangkan Tiga Opsi Solusi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan