AU Rusia Mulai Gunakan BOM Berpemandu GPS Agar Lebih Presisi

Pasukan Dirgantara Rusia (VKS) tampaknya mulai menggunakan bom luncur berpemandu untuk mencapai sasaran militer bernilai tinggi di Ukraina.

Pada 17 Maret, sumber-sumber Rusia membagikan foto yang menunjukkan bom luncur berpemandu K029BE yang dimuat di pesawat tempur VKS, kemungkinan besar adalah pesawat tempur Su-34, sebelum misi tempur di Ukraina. Huruf Z, salah satu simbol operasi militer khusus Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, dilukis di bom itu.

K029BE, yang mulai beroperasi dengan VKS pada 2019, dikembangkan oleh GNPP Region, anak perusahaan Tactical Missiles Corporation (KTRV).

Bom pintar dipandu melalui INS [sistem navigasi inersia], dibantu oleh sistem panduan satelit GLONASS. Bom seberat 1.525 kg ini dipersenjatai dengan hulu ledak 1.010 kg yang memiliki smart fuze dengan tiga mode tunda waktu detonasi.

Bom tersebut memiliki jangkauan maksimum 50 kilometer dan dapat dijatuhkan dari ketinggian hingga 15 kilometer. Ini memiliki CEP (rasio meleset dari sasaran) kurang dari 10 meter.

Versi lebih ringan dari K029BE yang dijuluki K08BE juga memasuki layanan dengan VKS pada tahun 2019. Versi ini hanya berbobot 505 kg dengan hulu ledak 390 kg. K08BE memiliki jangkauan 40 kilometer dan dapat dijatuhkan dari ketinggian 14 kilometer.

K029BE dan K08BE dikembangkan untuk memungkinkan pesawat tempur VKS untuk menyerang dan menghancurkan target bernilai tinggi dan berbenteng tinggi dari jarak jauh. Sistem panduan bom memungkinkan pilot untuk menembak dan langsung pergi meninggalkan.

Baca Juga:  Palestina : Kami Korban Kolonialisme Inggris

Penggunaan bom luncur berpemandu seperti K029BE dan K08BE akan menurunkan resiko bagi pesawat tempur VKS. Pesawat tempur Rusia yang dipersenjatai dengan bom ini akan dapat menyerang target mereka di dalam Ukraina tanpa memasuki jangkauan sistem pertahanan udara Ukraina.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan