Azerbaijan vs Armenia Kembali Perang, 100 Prajurit Tewas Di Hari Pertama

Pertempuran di perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan telah menewaskan sekitar 100 tentara, Armenia dikatakan sedikitnya 49 personelnya gugur dan Azerbaijan sebanyak 50 orang. Armenia mengatakan beberapa kota di dekat perbatasan dengan Azerbaijan, termasuk Jermuk, Goris dan Kapan, ditembaki pada Selasa dini hari, dan pihaknya menanggapi apa yang disebutnya sebagai “provokasi skala besar” oleh Azerbaijan.

Rusia, yang pernah menjadi penengah antara kedua negara tersebut mengatakan telah berhasil menghentikan pertempuran pada Selasa malam, meskipun ada laporan tentang bentrokan masih berlangsung. Rusia, yang mengoperasikan pangkalan militer di Armenia, mengirim ribuan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut pada tahun 2020. Rusia sebagai pemimpin CSTO dikatakan akan melakukan sidang pada hari Selasa, untuk membahas kasus ini.

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, menuduh Azerbaijan menyerang kota- ota Armenia karena tidak ingin merundingkan status Nagorno-Karabakh. Sedangkan Azerbaijan, yang menuduh Armenia melakukan kegiatan intelijen di sepanjang perbatasan dan memindahkan senjata, mengatakan posisi militernya diserang oleh Armenia.

Baca Juga:  Kondisi Pusat Penelitian Barzeh Suriah Setelah Dibom Amerika dan Sekutunya