Bakamla Luncurkan 3 Kapal Penjaga Perbatasan

Badan Keamanan Laut (Bakamla) meluncurkan tiga kapal buatan Batam. Ketiga kapal ini memiliki total kontrak sebesar Rp 600 miliar.

Kepala Bakamla Laksamana Madya A. Taufiq R mengatakan, ketiga kapal terbaru milik Bakamla RI merupakan yang terbaik. “Saya sudah 34 tahun di satuan tempur Indonesia, mulai dari kapal penyerang cepat sampai dengan fregat, dan saya on board di kapal ini. Saya sangat puas dengan tampilannya, salah satu contoh stabilitas, kemampuan manuver, kecepatan sudah sangat bagus,” kata Taufiq, usai meresmikan kapal tersebut, Jumat, 18 Oktober 2019.

Ketiga kapal tersebut yaitu KN Pulau Nipah-321 akan ditugaskan di Kota Batam wilayah zona barat. Nama kapal tersebut diambil dari nama sebuah pulau terluar terletak di perbatasan Indonesia-Singapura.

Kemudian KN Pulau Marore-322 akan menjaga laut Indonesia zona tengah yaitu Manado. Nama, kapal tersebut juga diambil dari nama pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina.

Terakhir adalah KN Pulau Dana-323 ditugaskan memperkuat jajaran Zona Timur, yaitu di Ambon. Sedangkan Pulau Dana terdapat di sebelah Barat Daya Pulau Rote dan berbatasan dengan negara Australia.

Masing-masing kapal tersebut memiliki panjang 80 meter, tinggi 7.90 meter, lebar 14.4 meter, dengan kecepatan mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433.

Ke depan, kata Taufiq, kapal ini terus dikembangkan dengan dilengkapi meriam 30 mm dan remote weapon system yang dikendalikan langsung dari anjungan.

Baca Juga:  Tantang Marinir dan Kopassus, Kapolres Karawang Dicopot

Ketiga kapal ini pun dikomandani oleh Letkol Bakamla Andris Benhard sebagai Komandan KN P. Nipah-321, Letkol Bakamla Raden Haryo Wiji sebagai Komandan KN P. Marore-322, dan Letkol Bakamla Hananto Widhi sebagai Komandan KN P. Dana-323.

Taufiq mengatakan, dengan hadirnya tiga kapal ini, juga menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya negara Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Tiga kapal ini untuk memperkuat Bakamla dalam menjaga teritorial perbatasan kelautan Indonesia dari ancaman asing,” katanya.

Sumber: tempo.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan