Banyak Kapal Asing Lewat, KSAL Ingin Bentuk Batalyon Marinir Pertahanan Pantai di Banten

Rudal anti kapal dari darat akan sangat dibutuhkan TNI AL untuk membentuk Batalyon Pertahanan Pantai

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut memantau pergerakan situasi kapal perang asing yang memasuki wilayah Perairan Selat Sunda bagian utara dan selatan Banten di Pos Pulau Sangiang, Kabupaten SerangSerang, Provinsi Banten.

“Semua personel di Pos Sangiang itu melakukan pemantauan kapal perang dan kapal asing itu,” kata Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana Yudo Margono di Lebak, Jumat.

Untuk wilayah maritim Perairan Selat Sunda bagian utara dan selatan Banten tentu menjadikan pengamanan personel dari Pangkalan Angkatan Laut ( Lanal) Merak.

Sebab, wilayah Perairan Maritim Selat Sunda bagian utara dan selatan Banten merupakan jalur kapal perang dan kapal asing sehingga perlu mendapatkan pengawasan khusus.

“Kita menempatkan personel di Pos Sangiang untuk melakukan pemantauan situasi pergerakan kapal perang dan kapal asing yang masuk wilayah Indonesia,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, personel TNI AL di Pos Pulau Sangiang itu, mereka setiap hari melaporkan hasil pemantauan kapal perang dan kapal asing tersebut.

Selama ini, kata dia, Perairan Maritim Banten sebagai jalur kapal perang dan kapal asing.

“Kita setiap hari melakukan pemantauan kapal perang dan kapal asing yang masuk wilayah Indonesia,” katanya.

Laksamana Yudo mengatakan pihaknya ke depan akan membangun pasukan Batalyon Marinir Pertahanan Pantai di Banten.

Pendirian satuan Batalyon Marinir itu untuk memperkuat pengamanan wilayah Banten.

Namun, pasukan Batalyon Marinir Pertahanan Pantai itu belum ditentukan lokasinya.

Baca Juga:  PT PAL Indonesia Tawarkan Pengembangan Strategic Sealift Vessel (SSV) Pada Filipina Marine 2019

“Kami tentu akan berkoordinasi dengan Gubernur Banten untuk pembangunan Baru Marinir Pertahanan Pantai itu,” kata Laksamana Yudo dikutip dari Antara. (Sumber: Antaranews.com)