Baru Berdamai, Amerika dan Taliban kembali Perang, 20 Pasukan Tewas

Di level atas komando pasukan, boleh saja Amerika Serikat dan Taliban saling meneken perjanjian damai di Doha, Qatar. Tapi di medan perang, pasukan Taliban tetap saja melakukan gempuran pada posisi lawan. 20 tentara dan polisi pemerintah Afghanistan dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Taliban pada Selasa 03/03/2020.

Serangan itu membuat impian perdamaian di negara itu berada dalam tanda tanya. Karena beberapa jam kemudian, Angkatan Udara AS melakukan serangan udara di Provinsi Helmand sebagai balasan atas serangan tersebut.

Juru bicara Pasukan AS-Afghanistan, Sonny Leggett mengatakan, serangan udara itu menargetkan milisi yang aktif menyerang tentara pemerintah di Helmand.

Dalam kicauannya di Twitter sebagaimana diberitakan AFP Rabu (4/3/2020), Leggett menuturkan bahwa serangan itu adalah bentuk pertahanan. “Kami menyerukan kepada Taliban untuk menghentikan serangan tak berujung ini dan memegang komitmen mereka,” tegas Leggett.

Dia menambahkan, melalui serangan udara yang digelar, Negeri “Uncle Sam” menunjukkan bahwa mereka bisa melindungi sekutu mereka saat dibutuhkan. Dia menerangkan kelompok pemberontak tersebut sudah melancarkan setidaknya 43 kali gempuran melawan pasukan pemerintah di Helmand pada Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan keterangan pejabat provinsi, serangan tersebut menewaskan 20 polisi dan tentara, jelang pembicaraan damai dua kubu pada 10 Maret mendatang. Safiullah Amiri mengungkapkan, Taliban menyerang setidaknya tiga pos militer terluar yang berlokasi di distrik Imam Shahib, Kunduz.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan