Berikut Elemen Pasukan TNI Yang Membebaskan Sandera di Papua Dalam Operasi 1 Jam 18 Menit

Sebagian prajurit TNI yang terlibat dalam operasi pembebasan sandera di Papua kemarin. Foto: Puspen Kodam Cendrawasih

Prajurit gabungan dari satuan-satuan elit TNI AD, berhasil membebaskan Desa Binti dan Desa Kimbley, Tembagapura, Mimika, Papua yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sejak seminggu terakhir.

Operasi pembebasan tersebut memang berlangsung kilat, hanya berlangsung sekitar 1 jam 18 menit. Namun proses persiapan dan infiltrasi ke lokasi sasaran, para Prajurit tersebut telah diterjunkan 5 hari sebelumnya menembus hutan belantara Papua.

Dalam press rilis resminya, Kepala Penerangan Kodam Chendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi, menyebut anggota TNI yang berpartisipasi dalam operasi itu adalah sebanyak 83 orang.

Mereka berasal dari Grup 1,2,3 dan Sat81/Gultor Kopassus TNI AD, Yonif-751/Raider, Yonif754/ENK dan Tontaipur Kostrad TNI AD.

Sedangkan soal senjata, hampir semua yang digunakan adalah senjata SS2 buatan PT.Pindad dari berbagai varian dengan tambahan alat add on sesuai kebutuhan dan peran masing-masing prajurit dalam operasi tempur tersebut.

Dua senjata yang terlihat di foto, dilengkapi dengan teropong khusus penembak runduk atau ‘sniper.’ Salah satu senjata yang ada di foto, terlihat dilengkapi dengann Holographic weapon Sight, yang banyak digunakan untuk pertempuran jarak dekat. Selain itu ada juga yang dilengkapi dengan peluncur granat.

Sebagian besar prajurit, mengenakan pakaian loreng, dengan rompi anti peluru. Sementara untuk pelindung muka, sebagian besar prajurit yang tampak di foto mengenakan helm ‘tactical’ standar militer, dan sebagiannya mengenakan helm baja berwarna hijau, dengan pelindung telinga. Untuk pelindung tangan, empat prajurit di foto terlihat mengenakan ‘tactical gloves’.

Baca Juga:  Sikap Resmi, Indonesia Siap Beli Sukhoi Su-35 dan F-16 Viper

Sumber: tribunnews

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan