Bunuh 25 Warga Afghanistan Selama Misi, Pangeran Harry Tidak Menyesal

Anak Raja Charles Inggris, Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris mengaku membunuh 25 orang selama bertugas militer di Afghanistan.
Bagi Harry itu bukan hal yang perlu disesali karena seperti main catur.

“Angka dari saya adalah 25. Itu bukan angka yang mengisi diri saya dengan kepuasan, tapi angka itu juga tidak membuat saya malu,” tulis Harry dalam buku autobiografinya yang berjudul “Spare’.

Harry mengaku jika kelakuanya itu adalah tindakan “pembalasan” atas serangan 9/11 di Amerika Serikat (AS) dan setelah bertemu dengan keluarga korban.

Mereka yang bertanggung jawab dan mereka yang bersimpati terhadap pelaku 9/11 dianggapnya sebagai ‘musuh kemanusiaan’ dan berperang melawan mereka dianggap Harry sebagai aksi balasan terhadap kejahatan kemanusiaan.

Harry bertugas 10 tahun di militer Inggris, punya pangkat kapten. Dia bertugas di dua tempat melawan Taliban. Pertama, sebagai pengendali panggilan udara dalam serangan 2007 dan 2008. Kedua, menerbangkan helikopter tempur pada 2012 dan 2013.

Selama misi di Afghanistan, Harry bertugas menjadi pilot helikopter Apache. Kamera yang ditanamkan di hidung helikopter Apache membuat dia dapat menilai misinya dan memutuskan seberapa banyak orang yang dia hendak bunuh

Baca Juga:  Karma Jerman Atas Inggris Setelah Membakar London