Cerita Walisongo Utusan Turki Utsmani Adalah Hoax

Di tengah gencarnya kampanye paham khilafah “Neo Ottoman” di medsos, salah satu hoax yang disebar adalah bahwa Walisongo utusan Khalifah Turki.

Hoax itu diklaim berdasarkan “katanya” kitab Kanzul Ulum yang ditulis oleh Ibnu Batutah. Dalam kitabnya paling terkenal “Ar-Rihlah” Ibnu Batutah tidak pernah menyinggung walisongo padahal dua kali mampir ke Nusantara

Ibnu Batutah jelas bukan hoax, karena dia memang Marco Polo dunia Islam. Tapi yang Hoax adalah klaim dan nama kitabnya.

Dalam klaim walisongo utusan Turki, didasarkan pada kitab Kanzul Ulum karangan Ibnu Batutah dan perintah pengiriman dari Sultan Muhammad I. Ini jelas hoax.

Pertama, kitab Kanzul Ulum tidak dikenal dalam karya Ibnu Batutah.

Kedua, Ibnu Bathuthah hidup pada 1304-1369 M. Sementara itu, Sultan Muhammad I, orang yang dianggap telah mengirimkan para ulama Wali Songo hidup pada 1379-1421 M.
Ada jarak 10 tahun antara meninggalnya Ibnu Bathuthah (1369) dan kelahiran Sultan Muhammad I (1379).

Ketiga, masa dakwah walisongo antara tahun 1300-1500M. Pada masa itu Turki Usmani masih berupa embrio. Masih di masa konsolidasi dan penaklukan internal di regional.

Sultan Turki Utsmani pertama yang diakui secara resmi sebagai khalifah adalah Sultan Salim I (1512-1520 M). pada 1517, Sultan Salim I berhasil menaklukkan Kerajaan Mamluk Mesir yang menguasai Mekkah-Medinah dan pewaris simbol-simbol Abbasiyah dan Kekhalifahan.

Baca Juga:  Sejarah Konspirasi Britania, Freemason dan Jerman dalam Revolusi Rusia 1917

Salim I menawan Khalifah Al-Mutawwakkil ‘Alallah, lalu dibawa ke Istanbul. Sesampai di sana, dia disuruh menyerahkan lambang-lambang khalifah kepada Sultan Salim. (Baca bukunya, Hamka, Sejarah Umat Islam).

Jadi, cerita bahwa Wali Songo adalah utusan Khilafah Turki Utsmani adalah fiktif, bukan fakta sejarah. Cerita ini viral karena disebar para pemuja Erdogan dan tidak dikenal dalam teori maupun hipotesa di kalangan sejarawan maupun literasi sejarah Nusantara.

Antara tahun 1200-1400, kerajaan Islam yang berjaya adalah Kesultanan Delhi India dan Kesultanan Safavid Kurdi. Wah berarti nanti walisongo utusan mereka dong? iya enggak lah.

4 Komentar

  1. Kenapa situs militer malah ngulas sejarah walisongo segala sekarang?? Trus kalau bukan utusan dari khilafah, darimana mereka datang?? Jgn cpt2 bilang hoax kl blm tau faktanya. Pemuja erdogan??? Tendensius sekali… ini fakta sejarah tak bs dpungkiri..

  2. Mas yg nulis,
    Sultan muhammad I membaca kitab ar rihlah. Stlh itu baru krm utusan. Biasa aja kan baca kitab walaupun yg nulis udh meninggal. Dan nggak semua wali songo utsn dr Turki ustmani, kayak sunan kalijaga, dll. Baca aja lagi buku2 sejarah walisongo.

Tinggalkan Balasan