China Awasi Dua Kapal Induk AS Yang Latihan Perang di Laut China Selatan

Dua kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang melakukan latihan di Laut China Selatan, dalam jangkauan pandang kapal-kapal Angkatan Laut China yang sedang mengawasi. Demikian dilaporkan komandan salah satu kapal induk, USS Nimitz, kepada Reuters, Senin (07/07).

“Mereka telah melihat kami dan kami sudah melihat mereka,” kata Rear Admiral James Kirk dalam sebuah wawancara telepon dari Nimitz.

Kapal tersebut telah melakukan latihan terbang di perairan tersebut dengan kapal induk dari Armada Ketujuh AL AS, USS Ronald Reagan. Rangkaian latihan dimulai pada saat liburan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.

Sebelumnya, Angkatan Laut AS pernah membawa kapal-kapal induk untuk unjuk kekuatan di Laut China Selatan. Tetapi, latihan tahun ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat ketika AS mengkritik China atas penanganan virus Corona.

AS juga menuduh China mengambil keuntungan dari pandemi untuk memperkuat klaim teritorialnya di perairan tersebut. Kementerian Luar Negeri China mengatakan AS telah sengaja mengirim kapalnya ke Laut China Selatan untuk pamer kekuatan. China juga menuduh AS berusaha memantik kemarahan antarnegara di kawasan itu.

Pentagon, ketika mengumumkan latihan kedua kapal induk, mengatakan ingin “membela hak semua negara untuk terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan”.

AS menggambarkan kapal-kapal berbobot 100 ribu ton dan 90 unit pesawat yang mereka angkut itu masing-masing merupakan sebagai “symbol of resolve”. Sekitar 12 ribu pelaut berada di kapal dalam kedua carrier strike group tersebut.

Baca Juga:  Deal! Amerika Serikat Buka Pabrik Pesawat F-16 di India

China mengklaim 90 persen wilayah di Laut China Selatan, yang kaya sumber daya dan merupakan jalur perdagangan senilai tiga triliun dolar AS (sekitar Rp45 kuadriliun) per tahun.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim di wilayah itu. China telah membangun pulau-pulau buatan di kawasan Laut China Selatan tetapi mengatakan bahwa niatnya damai.

“Kontak dengan kapal-kapal China terjadi tanpa ada insiden,” kata Kirk.

“Kami berharap bahwa kami akan selalu berinteraksi secara profesional dan aman. Kami beroperasi di perairan yang sangat padat, banyak jenis lalu lintas laut,” ujar Kirk menambahkan.

Sumber : republika.co.id, reuters.com

1 Komentar

  1. Nonton waee coba kapal viet / philipin lewat di tabrak …..mirip kita pas ngusir nelayan china ug nyolong ikan ……kehadiran misi damai jagain yg nyolong ikan

Tinggalkan Balasan