China Kerahkan Kapal 200 Milisi Berkedok Nelayan Kuasai Terumbu Karang di Laut LCS

Departemen Pertahanan Filipina menyatakan ada 220 kapal milisi berkedok kapal nelayan berbendera China yang berlabuh di kawasan terumbu karang Julian Felipe Reef. 170 mil barat Palawan kepulauan Spratly.

Kawasan itu diklaim China dengan naman Niue Jiao. Dengan kehadiran para milisi itu, mereka berani mengusir para nelayan Filipina untuk pergi dari kawasan yang kaya ikan dan gas bumi tersebut.

Kapal milisi sejenis juga bertanggung jawab atas penyerangan terhadap kapal pengintai Angkatan Laut AS pada tahun 2009.

Ditanya apakah China bermaksud untuk mempertahankan kehadiran permanen di Whitsun Reef, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa “Tiongkok tidak memiliki rencana seperti itu.” Namun dia juga menegaskan kembali posisi Tiongkok bahwa terumbu karang itu adalah wilayah China, dan menganggap bahwa keputusan pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2016 yang mendukung Filipina atas lokasi Laut China Selatan yang diperebutkan adalah “ilegal dan batal demi hukum”. Filipina harus “segera menghentikan meributkan hal yang ceroboh,” tambah juru bicara itu.

Dia juga bersikeras bahwa kapal-kapal itu adalah kapal penangkap ikan yang sedang berlindung dari badai – “Sudah menjadi kebiasaan yang berlangsung selama ribuan tahun bagi kapal penangkap ikan China untuk bekerja dan berlindung di perairan yang relevan” – dan bahwa mereka bukan bagian dari milisi maritim Tiongkok.

Namun, foto-foto armada kapal milisi tersebut menunjukkan sedikit atau tidak ada bukti adanya peralatan penangkap ikan di kapal mereka. Analis dari US Naval War College dapat membuktikan bahwa beberapa kapal diketahui sebagai bagian dari milisi maritim, dan sebagian besar kapal lainnya sesuai dengan jenis yang dibuat khusus untuk unit milisi Kota Sansha, yang digunakan Tiongkok untuk mengelola wilayah dan perairan yang diklaimnya di Laut Cina Selatan.

Baca Juga:  Kapal LCS KD Maharaja Lela AL Malaysia Siap Beroperasi Tahun 2021

Menteri pertahanan Filipina menuntut Tiongkok menarik kembali kapal-kapal itu dan Menteri Luar Negeri Filipina mengajukan protes diplomatik ke Beijing.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan