Combat Flight Contest 2019 AU Korea Utara, Parade Pesawat Tempur Tua

Pada tanggal 16 November 2019, Air and Anti-Aircraft Force of the Korean People’s Army melaksanakan Combat Flight Contest 2019. Acara tersebut diadakan di Wonsan Kalma Airport dan dihadiri oleh Kim Jong Un.

Dalam event tersebut terdapat tiga grup utama yaitu division commander group, pursuit plane regiment commander group serta light plane regiment commander group. Kontes diadakan dengan bombing flight dan firing flight yang dilakukan oleh ketiga grup tersebut menggunakan pesawat mereka masing-masing, yang ‘membawa persenjataan maksimum’. Komando formasi terbang pesawat-pesawat tersebut dipegang oleh flight commanding officer.

Pemberitaan yang ditulis oleh KCNA lebih berisi propaganda berapi-api ketimbang memberikan detil teknis mengenai flight contest itu sendiri.

Beberapa bahasa dan kalimat yang dipakai misalnya

“admirable aviation with brave and flexible art of control”
“kemampuan pilot yang mengagumkan dengan keberanian dan manuver yang hebat”

“however loudly the enemies may brag about their technological advantages, they can never overwhelm the politico-ideological and combat and moral advantages of our service personnel”
“musuh hanya dapat menyombongkan keunggulan teknologinya, mereka tidak pernah dapat punya keunggulan ideologis politik dan keberanian moral pasukan kita”

atau bahkan

“Juche-based air tactics” “Taktik udara khas Juche”.

Belum jelas apakah ada live-fire yang benar-benar dilakukan berhubung Wonsan Kalma bukanlah bombing range, namun mungkin saja live-fire dilakukan di remote site. Tidak ada terlalu banyak dokumentasi dari Combat Flight Contest ini, namun beberapa foto yang ada menunjukkan pesawat Il-62M VIP milik Kim Jong Un melakukan flyby dengan didampingi tidak kurang dari 6 MiG-29 Fulcrum.

Baca Juga:  Mig-35 Fulcrum F Akan Test Flight pada Januari 2017

Sebelumnya, citra satelit telah mendeteksi adanya penghimpunan kekuatan udara di Wonsan Kalma. Pada tanggal 11 November terlihat ada 4 MiG-17, 6 MiG-15, 14 Su-25, 6 MiG-29 dan 6 Il-28 di tarmac utara airport. Dua hari kemudian tanggal 13 November, jumlah tersebut bertambah menjadi 11 MiG-15 dan 8 MiG-17. Sekitar 13 MiG-21 terlihat bersiaga di apron selatan airport. Terlihat 6 helikopter kecil yang kemungkinan Mi-2 Hoplite atau Hughes 500, 6 helikopter medium transport antara Mi-8 atau Mi-14, serta 8 pesawat transport ringan An-2 Colt.

Hingga tahun 2016, Korea Utara sering mengadakan acara live-fire bertajuk Korean People’s Army Air and Anti-Air Force Flight Drill Competition. Kemudian high profile drill seperti itu tidak dilanjutkan, salah satunya karena sanksi internasional yang berpengaruh terhadap persediaan bahan bakar militer Korea Utara. Diadakannya kembali acara-acara udara, meski dalam skala yang lebih kecil dapat dilihat sebagai tindakan perlawanan Kim Jong Un terhadap sanksi internasional.

Sampai saat ini, AU Korea Utara terus berdiri dengan segala macam pesawat-pesawat fighter dan attacker tua yang tidak dapat diandalkan menghadang kekuatan udara modern. Bahkan teknologi low-end seperti biplane An-2 dapat dibilang masih memiliki tingkat ancaman yang lebih tinggi ketimbang fleet jet-jet tua AU Korea Utara. Di samping kelemahan tersebut, AU Korea Utara masih dapat mnenjadi alat propaganda dengan adanya event-event unjuk kekuatan seperti Combat Flight Contest, yang tidak terlalu mengedepankan combat skill yang relevan.

Baca Juga:  Gertak China, Amerika Taruh Pesawat F-22 Gantikan F-35A di Pangkalan Jepang

Sumber:

-Hex/Lighting Ii Chan

https://www.thedrive.com/the-war-zone/31064/kim-jong-un-oversees-huge-gathering-of-his-countrys-antiquated-air-combat-force

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan