Cuma Ada 1 Pucuk Senjata Di Koramil Yang Diserang OPM

Banyak netizen yang bertanya kenapa bisa tidak ada aksi bela diri dari para prajurit yang gugur di Markas Koramil Kabupaten Maybrat, Papua Barat pada kamis dini hari.

Berdasarkan video kesaksian seorang prajurit yang selamat. Di dalam markas koramil tersebut hanya ada 1 pucuk senjata. Serangan dilakukan pada pukul 3 dini hari.

Kondisi wilayah koramil di sana memang kondusif sebelunya, tidak ada tanda-tanda aktifitas OPM, sehingga TNI tidak menempatkan senjata api yang banyak agar tidak menimbulkan situasi dan kondisi panik di warga.

Menurut prajurit yang selamat, dalam video di akun Instagram @militermeter dirinya terpaksa melompat ke sungai dan meninggalkan pos yang diserang puluhan orang bersenjata api dan campuran sajam.

Bukannya tanpa alasan, dalam rekaman video yang beredar. Prajurit tersebut mengaku tidak mungkin bisa melawan puluhan penyerang yang bersenjata api campuran sementara pihaknya tak memiliki senjata yang memadai.

“Senjata ada disana (Tak ada di pos) cuma satu kita mau apa? Saya langsung lompat ke sungai. Mereka masih menyerang tapi saya langsung menyelam masuk ke dalam (air). Mereka ada senapan pucuk dan senjata rakitan” ungkapnya dalam rekaman tersebut.

Sebanyak empat anggota TNI dinyatakan gugur dalam penyerangan tersebut. Sedangkan dua anggota lainnya mengalami luka berat. Serangan dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga Separatis Teroris OPM sekitar pukul 03.00 WIT saat anggota TNI sedang tidur.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan