Daftar Belanja Prabowo di Perancis: 48 Pesawat Rafale, 4 Kapal Selam Scorpene dan 2 Kapal Korvet Gowind.

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Eropa ternyata membawa daftar belanja alutsista yang cukup banyak.

Dikutip dari Latribune.fr (17/1/2020). Kepada Perancis, Menhan Prabowo menyatakan bahwa Indonesia tertarik untuk memborong persenjataan dari Prancis, yang diincar adalah alutsista kelas kakap. Yaitu: 48 unit jet tempur Rafale, 4 unit kapal selam Scorpene dan 2 unit kapal Korvet Gowind 2500.

Walaupun baru sebatas “basa-basi” antar menteri pertahanan. Tapi Prabowo telah membuka percakapan diplomasi bahwa Indonesia siap untuk bekerjasama dengan Perancis dalam urusan beli senjata tentunya disana ada imbal balik lain yang entah dalam hal apa bentuknya.

Ini akan jadi hal baru bagi Indonesia yang selama ini belum pernah pakai pesawat tempur buatan Perancis.

Menurut sumber dari Latribune kesepakatan ini dapat dilakukan melalui perjanjian antar pemerintah Prancis dan Indonesia yang dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan.

Obrolan Prabowo dengan Perancis juga menjadi tekanan bagi Amerika Serikat. Jadi petunjuk kalau “elu” jual mahal, gue siap beli dari Perancis.

Prancis adalah salah satu pemasok terbesar senjata ke Indonesia selain AS,Inggris, Rusia dan Korea Selatan, dalam 10 tahun Terakhir Paris telah menjual senjata kepada Indonesia dengan nilai total 1,36 Milliar Euro dengan puncaknya pada tahun 2013 senilai 480 juta euro.

Kenapa Indonesia masih tertarik untuk mendatangkan Rafale padahal sudah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 11 unit Su 35 senilai 1,14 Milliar USD? Walaupun sudah menandatangani kontrak pada tahun 2018 lalu namun kontrak belum efektif karena adanya permasalahan salah satunya adalah ancaman CAATSA oleh AS. Dalam masalah ini banyak pengamat di Prancis berpendapat Rafale adalah alternative pengganti Su 35 untuk menghindari sanksi AS

Baca Juga:  Panglima TNI Terima Bintang Kehormatan Brunei

Sedangkan untuk kapal selam Indonesia nampaknya tidak puas dengan performa 3 unit kapal selam Changbogo buatan Korea Selatan yang saat ini masih belum juga memasuki masa dinas karena masalah teknis, karena hal tersebut diatas ada wacana untuk membatalkan kontrak batch 2 kapal selam CBG senilai 1 Milliar USD.

Apakah rencana ini bakal terealisasi? Kita tunggu saja Kemhan sebagai yang punya hajat untuk mendatangkan alutsista canggih ini.