Daftar Penjualan dan Pembelian Senjata Indonesia Dari SIPRI

Berikut ini daftar pembelian senjata Indonesia menurut rekam jejak dari
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) asal Swedia. Lembaga internasional independen ini bekerja untuk untuk penelitian konflik, persenjataan, kontrol dan pelucutan senjata berdiri sejak tahun 1966.

SIPRI menyediakan data, analisis, dan rekomendasi, berdasarkan sumber terbuka. SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data impor dan ekspor persenjataan Indonesia selama kurun waktu 2019.

Berikut laporan pembelian dan pesanan senjata TNI, termasuk ekspor senjata Indonesia untuk negara lain:

1. Pesanan pesawat tempur KFX pada tahun ini tercatat 80 unit dibanding tahun sebelumnya 50 unit.
2. Artileri pertahanan udara Oerlikon Skyshield tahun ini tercatat 4 unit pesanan baru.
3. Badak FSV telah dilakukan order sebanyak 14 unit.
4. UCAV CH-4 pada tahun ini tercatat jumlah ordernya 8 unit dibanding tahun lalu 4 unit.
5. Sniper Targeting Pod ternyata jumlah pesanan 24 unit, ini artinya paket upgrade dapat dilakukan untuk 10 F-16A/B dan 14 F-16C/D.

Yang menarik adalah adanya nama Israel, seperti diketahui Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut namun sudah cukup sering beli senjata dari sana.

Adapun untuk ekspor adalah sebagai berikut ini:

Baca Juga:  Terjun Tempur Yontaifib-1

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan